Breaking News:

Vaksin Sinovac Belum Bersertifikat WHO, Begini Nasib Jamaah Haji dan Umrah Indonesia?

Pemerintah Arab Saudi membuka peluang bagi jamaah haji dan umrah asal indonesia, namun kendala ada di vaksin sinovac.

AFP/ABDEL GHANI BASHIR
Situasi di sekitar Kabah, di dalam Masjidil Haram, Arab Saudi, kosong dari para jemaah saat diberlakukan sterilisasi, Kamis (5/3/2020). Terkait merebaknya virus corona, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara kegiatan umrah dan melakukan sterilisasi di sekitar Kabah termasuk lokasi untuk melakukan sai di antara Bukit Safa dan Marwah. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Arab Saudi membuka peluang bagi jamaah haji dan umrah asal indonesia, namun kendala ada di vaksin sinovac.

Sebab pemerintah Arab Saudi mewajibkan jemaah harus sudah mendapat vaksin yang sudah memiliki sertifikat WHO.

Masalahnya adalah, vaksin Sinovac yang paling banyak digunakan di IndonEsia, ternyata sampai hari ini belum mendapat sertifikat WHO.

"Mulai Ramadhan besok sudah mulai boleh umrah, tapi harus sudah divaksin. Vaksinnya itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dikutip dari laman resmi Kemenag, Sabtu (10/4/2021).

"Kalau belum itu bukan berarti tidak, pasti ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac ini bisa teregister oleh WHO," katanya.

Menag mengakui terdapat isu geopolitik dan perang dagang terkait kebijakan tersebut. Namun, Yaqut mengatakan, tak memiliki kewenangan untuk menjelaskan hal tersebut.

Lebih lanjut, terkait pelaksanaan ibadah haji 2021, Yaqut mengatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Saudi dan berupaya berkomunikasi dengan Menteri Haji Arab Saudi yang baru.

"Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten di-reshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru," pungkasnya.

SUMBER ARTIKEL : KOMPAS.COM 

Editor: Heri Prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved