Renungan Kristen
Renungan Harian Kristen - Damai Sejahtera dari Tuhan
Bacaan ayat: Yohanes 20:19 (TB) - "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu
Damai Sejahtera dari Tuhan
Bacaan ayat: Yohanes 20:19 (TB) - "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Apakah yang sangat dibutuhkan dalam hidup?
Damai sejahtera.
Inilah maksud awal Allah ketika menciptakan kehidupan. Manusia hidup dalam damai sejahtera bersama dengan ciptaan yang lain.
Relasi yang tercipta diarahkan untuk memelihara Damai sejahtera itu tetap ada dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Mengelola, menaklukkan dan menguasai bumi, juga dalam rangka damai sejahtera itu tetap ada dalam kehidupan.
Damai, dapat dipahami sebagai hal yang terkait dengan keadaan tidak perang dan bebas darin kerusuhan.
Sejahtera, dikaitkan dengan keadaan aman, sentosa, makmur, selamat dan tidak ada gangguan.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Waspada, Kepo Rohani!
Namun sayangnya, Damai sejahtera telah rusak karena ketidaktaatan manusia kepada Allah.
Pilihan manusia untuk memberontak telah merusak damai sejahtera yang dikehendaki oleh Allah.
Damai sejahtera menjadi bersyarat dengan keadaan. Relasi yang rusak telah mengebiri damai menjadi terbatas pada kondisi tertentu semata.
Allah tidak lagi menjadi pusat pilihan manusia. Lebih mudah bagi seseorang untuk memilih berdasarkan pertimbangan personal yaitu diri sendiri daripada melihat pada karya Allah.
Para murid galau. Mereka kehilangan damai sejahtera yang dimiliki, karena takut kepada orang Yahudi.
Sebagai murid Seorang yang dinilai sebagai penyesat, tentu akan kena getah ketika Sang Guru sudah tidak ada lagi.
Cukuplah bagi mereka untuk berkumpul di sebuah rumah dengan pintu dan jendela terkunci rapat, berharap bahwa orang-orang Yahudi tidak menemukan mereka.
Situasi sunyi yang mencekam, dikejutkan oleh sebuah suara yang sangat mereka kenal, "Damai sejahtera bagi kamu!"
Terkejut dan bercampur gembira, berbaur menjadi satu. Anugerah yang sangat mereka butuhkan hadir, tak terduga.
Damai sejahtera, ya...
Damai sejahtera inilah yang mereka butuhkan untuk kembali fokus pada karya Allah yang mereka pelajari selama tiga tahun terakhir.
Baca juga: Renungan Harian Kristen - Mengasihi dan Menggembalakan
Damai sejahtera ini yang hadir kembali untuk memberikan penghiburan, sukacita dan pengharapan.
Damai sejahtera inilah yang mereka butuhkan untuk membuka pintu dan jendela, lalu pergi untuk bercerita kepada dunia, "Kami telah melihat Tuhan!"
Kesaksian yang akan menggetarkan dunia, berangkat dari perjumpaan dengan Yesus yang hadir memberi Damai sejahtera.
Dunia sedang membutuhkan Damai sejahtera. Tugas setiap orang percaya untuk selalu hadir dan membagi
Damai sejahtera yang telah ia dapatkan dari Yesus. Tantangan akan selalu ada.
Dunia bisa saja merespon seperti Tomas yang menuntut bukti, "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
Kehidupan kita harus jadi bukti bahwa Damai sejahtera itu nyata, terjadi dalam kehidupan kita.
Dan bukti itu cukup membuat banyak orang menjadi percaya.
Mari menjadi agen pembawa damai sejahtera bagi kehidupan. Amin
Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/18112020_berdoa.jpg)