Berita Muarojambi
Dokter Mogok Kerja Minta TPP Naik, Sekda Muarojambi Bilang TPP Itu Bukan Hak Pegawai
Beberapa waktu lalu sejumlah dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin, Muarojambi sempat mogok kerja karena TPP dipotong.
Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Rahimin
Dokter Mogok Kerja Minta TPP Naik, Sekda Muarojambi Bilang TPP Itu Bukan Hak Pegawai
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Beberapa waktu lalu sejumlah dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin, Muarojambi sempat mogok kerja karena TPP dipotong.
Menangapi hal itu, Pj Sekretaris Daerah Muarojambi Azrin mengakui telah mengetahui hal itu dan telah disampaikan ke Bupati Muarojambi.
Sebab, sejumlah dokter spesialis itu ingin TPP agar dinaikkan.
Dari hasil laporannya ke Bupati Muarojambi Masnah Busro sudah ambil kebijakan hal tersebut.
Kebijakan pemotongan TPP itu sudah diambil bupati dan tinggal diimplementasikan. Serta sudah bentuk tim penegakan disiplin.
"PNS atau dokter spesialis itu harusnya ada unsur pengabdian, tidak hanya mencari uang. TPP itu bukan hak pegawai, itu merupakan kebijakan daerah, daerah memberikan TPP sesuai kemampuan keuangannya," katanya.
• Ombudsman Minta Bupati Muarojambi Turun Langsung Sikapi Aksi Mogok Kerja Nakes
Baca juga: Pembacok Dua Warga Batanghari Hingga Luka Berat Berhasil Ditangkap Polisi Setelah Sempat Buron
• Cegah Covid-19, Kemenag Tebo Batasi Jemaah Salat Tarawih 50 Persen Dari Kapasitas Majid
"Sekali lagi saya sampaikan TPP itu bukan hak pegawai. TPP itu diberikan sesuai kemampuan keuangan daerah untuk mensejahterakan pegawainya," kata Azrin, Jumat (9/4/21).
Ke depan mereka akan adakan rapat koordinasi dengan tim penegakan disiplin bagaimana menangani pegawai yang seperti ini.(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)