Breaking News:

Kisruh Partai Demokrat

Moeldoko Kebingungan Cari Alasan, AHY Ajak Ngopi: Tapi Jangan Ngomongin KLB dan Perampasan Partai!

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tak keberatan jika Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ingin bertemu sembari ngopi.

Editor: Teguh Suprayitno
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Senin (23/3/2021). AHY menyatakan bahwa Moeldoko saat ini mencari pembenaran atas kebohongan yang terus dilakukannya bersama kubu versi kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Moeldoko Kebingungan Cari Alasan, AHY Ajak Ngopi: Tapi Jangan Ngomongin KLB dan Perampasan Partai Demokrat!

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA-Kisruh Partai Demokrat sedikit mereda setelah Kementerian Hukum dan HAM mengumumkan menolak pengajuan kepengurusan Demokrat kubu Moeldoko.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) mengaku tak keberatan jika Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko ingin bertemu sembari ngopi.

Putra SBY itu mengaku bersedia untuk bercerita soal Partai Demokrat kepada Moeldoko.

"Saya dari awal mengatakan, kalau Pak Moeldoko ingin tahu lebih banyak tentang Partai Demokrat, boleh kita ngopi-ngopi," ujar AHY, dalam program Satu Meja The Forum, Kompas TV, Rabu (7/4/2021).

Baca juga: Drama Partai Demokrat Belum Berakhir, Langkah Politik AHY Tangkal Moeldoko Kini Jadi Sorotan

Baca juga: AHY Kembali Dibuat Cemas, Kubu Moeldoko Ajak Perang di Pengadilan: Ini Baru Babak Awal!

Namun AHY berharap dalam pertemuan itu nantinya Moeldoko tidak membahas mengenai kongres luar biasa (KLB) dan upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat.

"Artinya ngopi-ngopi yang benar, jangan ngomongin KLB, jangan ngomongin perampasan partai politik," kata AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY menanggapi tudingan Moeldoko soal pergeseran ideologi di Partai Demokrat. AHY menilai tudingan itu sebagai pernyataan frustasi karena Moeldoko sudah kebingungan.

Moeldoko ngopi.
Moeldoko ngopi. (Instagram)

"Karena kebingungan, mencari alasan pembenaran bagi dirinya untuk mengambil alih, merampok, merampas kedaulatan Partai Demokrat," katanya.

Selain itu, AHY juga menyoroti alasan Moeldoko yang berubah-ubah untuk terlibat dalam upaya pengambilalihan Partai Demokrat. AHY menyebut narasi yang dilontarkan Moeldoko tidak didasarkan pada nalar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved