Kisruh Partai Demokrat

Drama Partai Demokrat Belum Berakhir, Langkah Politik AHY Tangkal Moeldoko Kini Jadi Sorotan

Drama kisruh Partai Demokrat belum berakhir setelah kubu Moeldoko mengajukan gugatan ke PTUN.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ketum Partai Demokrat AHY. 

Drama Partai Demokrat Belum Berakhir, Langkah Politik AHY Tangkal Moeldoko Kini Jadi Sorotan

TRIBUNJAMBI.COM-Drama kisruh Partai Demokrat belum berakhir setelah kubu Moeldoko mengajukan gugatan ke PTUN. Seteru kubu Moeldoko dan Agus Harimurti Yudhoyono masih akan panjang dan melelahkan.

Namun AHY sudah menang selangkah untuk mempertahankan kepemimpinanya di Partai Demokrat.

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menolak permohonan pengesahan hasil Konges Luar Biasa [KLB] Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang memilih Pimpinan Umum Moeldoko.

KLB yang digelar di Deli Serdang ini merupakan puncak dari upaya menggulingkan AHY dan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan anak sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Sebelumnya, AHY sudah mencium rencana terkait upaya pengambilalihan kepemimpinan partai secara paksa ini. Dia pun langsung memecat sejumlah kader Partai Demokrat yang terlibat dalam upaya kudeta tersebut.

Baca juga: AHY Kembali Dibuat Cemas, Kubu Moeldoko Ajak Perang di Pengadilan: Ini Baru Babak Awal!

Baca juga: Moeldoko Ditinggal Pendukungnya, Razman Arif Mundur dari Demokrat KLB, Kubu AHY: Moeldoko Masa Lalu

Kudeta yang diinisiasi sejumlah kader senior Partai Demokrat ini berawal dari kekecewaan sejumlah kader partai. Mereka tak puas dengan kepemimpinan AHY.

Ketidakpuasan itu kabarnya terkait dengan kebijakan AHY membuang para senior partai hingga soal pungutan dan kegagalan Demokrat dalam Pilkada Serentak 2020.

Oligarki dan politik dinasti menjadi dalih digelarnya KLB di Deli Serdang. Mantan politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun menuding, partai berlambang bintang mercy itu kini sudah menjadi dinasti Puri Cikeas.

SBY, AHY, DAN DAMRIZAL
SBY, AHY, DAN DAMRIZAL (KOLASE TRIBUN JAMBI)

Dia menyebut, Kongres V Partai Demorkat yang mengukuhkan AHY sebagai ketua umum partai merupakan hasil rekayasa Susilo Bambang Yudhoyono [SBY]. AHY disebut tak berkeringat dan dianggap hanya mendapatkan warisan dari ayahnya.

Tak tinggal diam

Kisruh di tubuh Partai Demokrat ini menjadi ujian pertama bagi AHY. Pasalnya, banyak yang meragukan kemampuan mantan calon gubernur DKI Jakarta ini dalam berpolitik.

Sejak mencium adanya upaya kudeta, AHY melakukan beragam cara dan upaya guna meredam dan memupusnya. Salah satunya dengan memecat sejumlah kader yang dinilai berkhianat dan akan menggoyang kekuasannya. Tak hanya elite demokrat di Jakarta, sejumlah kader Demokrat di daerah juga kena.

Tak hanya itu, AHY juga berkirim surat ke Istana. Surat itu sengaja dikirim guna meminta penjelasan dari Presiden Joko Widodo terkait dugaan dan kecurigaan adanya keterlibatan pihak istana dalam upaya perebutan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Pasalnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko diduga terlibat dalam upaya kudeta tersebut.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved