Breaking News:

Berita Tanjabbar

Saksi Baru Tahu Jabatan Ketua Komite Sekolah Setelah Diperiksa di Polres Tanjab Barat 

Ali Nuh mengaku tak pernah tahu jika dirinya ditunjuk sebagai ketua Komite sekolah SD Negeri 04/V Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat.

tribunjambi/dedi nurdin
Enam saksi dihadirkan jaksa dalam persidangan korupsi dana BOS Rabu (7/4/2021). Ali Nuh dalam keterangannya baru tahun menjabat sebagai ketua Komite Sekolah saat diperiksa di Polres Tanjab Barat. 


TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ali Nuh mengaku tak pernah tahu jika dirinya ditunjuk sebagai ketua Komite sekolah SD Negeri 04/V Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjab Barat. Keterangan ini disampaikan saat ia bersaksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan operasional sekolah (BOS) dengan terdakwa Nurminah di Pengadilan Negeri Tipikor Jambi. 

Di depan majelis hakim, Ali Nuh mengaku baru tahu kalau dirinya sebagai ketua komite sekolah setelah dimintai keterangan dalam proses penyidikan korupsi dana BOS di Polres Tanjab Barat

"Saya baru lihat ternyata ada SKnya setelah diperiksa di Polres. Disana dikasi lihat, selama ini dak tahu," katanya. 

Saksi menerangkan pernah menjabat sebagai sekretaris komite sekolah di tahun 2017 berdasarkan hasil musyawarah dan mekanisme pemilihan. Namun setelah itu ia tidak lagi pernah tahu kalau kemudian namanya ditetapkan sebagai ketua komite sekolah

Selama ini saksi mengaku sering dimintai pendapat oleh terdakwa Nurminah. Namun kaitannya dengan kegiatan perpisahan siswa saja. Ali Nuh mengatakan pernah didatangi terdakwa dengan membawa sebundel berkas untuk dimintai tanda tangan berkas dana BOS. 

"Karena ndak enak dan karena dimintai tolong saya tanda tangani," katanya. 

Ketika ditanya jaksa penuntut umum Kejari Kualatungkal mengenai kuitansi dana transportasi untuk komite sekolah saksi mengaku tidak pernah menerima dana sesuai di kuitansi yang menjadi bukti tersebut. 

 Saksi lainnya, Yandri selaku guru pembantu di SDN 04/ V Kuala Tungkal. Saksi selama menjadi guru mengaku tak pernah menandatangi laporan. Namun di penyidik terdapat tandatangan saksi untuk penggunaan anggaran tri wulan satu sampai triwulan ketiga. 

Bahkan dalam keterangan tersebu saksi Yandri tertulis sebagai guru seni, "Saya ngajar komputer juga. Tapi tidak pernah nerima honor seperti di kuitansi itu. Tandatangan memang mirip tapi saya tidak pernah menandatangani," kata Yandri. 

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved