Tidak Dibolehkan Bertemu Anak, Tiba-tiba Dapat Kabar Sang Anak Meninggal, Ibu Beberkan Kejanggalan

ernyata mantan suaminya mengabarkan putri sulungnya AP meninggal dunia sekitar pukul 11.00 wita.

Editor: Muuhammad Ferry Fadly
net
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Erlita yang berada di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), tiba-tiba menerima panggilan telepon dari mantan suaminya yang berinisial AR.

Selama bertahun-tahun nyaris tak pernah berkomunikasi dengan mantan suaminya itu setelah resmi bercerai.

Nomor teleponnya diblokir setelah hak asuh empat putrinya berpindah ke tangan mantan suami.

Ternyata mantan suaminya mengabarkan putri sulungnya AP meninggal dunia sekitar pukul 11.00 wita.

Baca juga: Suami Sedang Sakit-sakitan, Sang Istri Tega Berselingkuh dengan Banyak Pria

Baca juga: Peringati Perjamuan Malam Terakhir Yesus Bersama Murid, Romo Kelik SCJ Pesankan 3 Poin Cinta Kasih

Baca juga: Personil Gabungan Amankan Gereja yang Laksanakan Misa Malam Paskah

Unggahan Facebook Erlita Dewi ditumpahkan di media sosial facebook, telah dibagikan lebih dari 4 ribu kali dan dibanjiri komentar haru.Unggahan Facebook Erlita Dewi ditumpahkan di media sosial facebook, telah dibagikan lebih dari 4 ribu kali dan dibanjiri komentar haru. (Facebook Erlita Dewi)

“Iya bapaknya yang langsung telepon. Dia bilang anaknya sudah tidak ada,” kata Erlita saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com melalui telepon seluler.

“Saya tanya sakit apa, katanya sakit ginjal. Jadi katanya sudah bengkak kakinya. Sudah tidak bisa makan karena susah minum. Katanya kurang minum makanya kena penyakit itu,” jelasnya.

Dia mempertanyakan kenapa AP yang sedang sakit justru tidak dirawat di rumah sakit.

“Terus saya tanya kenapa tidak dirawat di rumah sakit, katanya mendadak tiba-tiba. Kurang lebih seperti itu. Terus menutup telepon karena katanya mau urus jenazah. Saya juga langsung urus tiket juga,” ujar Erlita Dewi.

Awalnya, dia menerima kabar jenazah putrinya tersebut akan dimakamkan pada sore harinya dengan alasan tidak boleh terlalu lama dimakamkan.

“Tapi kan belum 24 jam juga, jadi saya minta tunggu saya datang baru dimakamkan,” kata Erlita.

Setibanya dari Kendari di rumah duka di Sidoarjo, jenazah putrinya sudah terbungkus kain kafan ditambah lapisan plastik.

“Jenazah sudah ada sebelum saya tiba di rumah duka dengan kondisi jenazah sudah tertutup semua dan sudah siap disalatkan,” ujar Erlita.

Sejumlah keluarga mendesak agar jenazah yang sudah terbungkus dibuka agar Erlita bisa melihat jasad putrinya itu untuk terakhir kalinya.

“Saya datang kan semua orang-orang, ada keluarga saya yang berteriak untuk suruh buka karena saya ibunya jadi berhak melihat untuk terakhir kalinya,” kata Erlita.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved