Ditikung Pelakor Nasib Erlita Dewi Menyedihkan Setelah Anak Dibawa Suami dan Meninggal tak Wajar
Erlita Dewi harus kehilangan suami yang direbut pelakor kini harus menerima kenyataan putrinya meninggal tak wajar
TRIBUNJAMBI.COM - Erlita Dewi harus kehilangan suami yang direbut pelakor kini harus menerima kenyataan putrinya meninggal tak wajar
Erlita yang dikonfirmasi TribunnewsSultra.com (Tribunjambi.com network), Kamis (1/4/2021), membenarkan dirinya diceraikan sang suami pada 2018 silam.

Dirinya akhirnya menceritakan proses perceraian dengan sang suami.
Termasuk putrinya yang dirampas darinya.
Bahkan sejak saat itu, komunikasi dirinya diblokir oleh mantan suaminya itu.
Menurut Erlita, dirinya resmi bercerai dengan sang suami pada tahun 2018 silam.
“Sidang perceraiannya di Pengadilan Agama Malang,” kata Erlita dikonfirmasi melalui TribunnewSultra.com.
Saat sidang perceraian hingga hak asuh diambil alih mantan suaminya itu, kata Erlita, dirinya sama sekali tak mengerti hukum.
“Saat itu memang juga saya tidak didampingi lawyer pada saat sidang perceraiannya dia pakai lawyer. Saya memang sama sekali tidak mengerti hukum atau apa. Cuman saya mendengar kalau anak masih di bawah umur otomatis itu ikut ibunya,” jelas Erlita.
“Tapi saya ndak tahu yah mas entah apa saya diakal-akali atau bgaimana sampai hak asuh anak dititipkan ke bapaknya,” jelasnya menambahkan.
Diapun menceritakan awal mula keempat putrinya diambil sang suami.
Erlita bercerita kala itu dia dan suami sudah putus cerai.
“Saat itu bapaknya itu hanya minta izin mau bawa anak-anak Lebaran ke Bali liburan ke rumah mertua saya saat itu. Mertua saya itu tinggal di Bali,” katanya.
Dia mengingat peristiwa menyakitkan tersebut terjadi saat bulan puasa, beberapa hari jelang Lebaran.
“Saat itu sudah putus cerai tapi tinggal menghitung hari. Saat itu bulan puasa, beberapa hari lagi mau Lebaran.
Jadi bapaknya itu meminta tolong untuk bawa anak-anak dua minggu ke Bali. Setelah itu, kami jemput lagi di Sidoarjo,” kata Erlita.
Sang suami saat itu sebagai pimpinan bank di Sidoarjo.
“Waktu itu hari disampaikan jemput anak-anak di Sidoarjo. Saya pikir karena bapaknya kan pasti menepati janji. Itu pada tahun 2018. Anak-anak sudah dibawa ke dia,” jelasnya.
“Kan saya bilang kamu bawa anak pertama dan kedua. Saya bawa yang kecil, karena kan masih kecil. Jadi kalau sudah dari Bali nanti saya jemput lagi anak pertama dan kedua itu,” katanya menambahkan.
Awalnya, kata Erlita, dirinya tak memberikan ijin permintaan mantan suaminya itu.
Tapi mantan suami bersikeras membawa putrinya.
“Tapi dia bilang nanti kan anak-anak akan lama di Kendari jadi biar saya bawa dululah ke orangtua di Bali untuk Lebaran,” ujarnya.
Hanya saja, Erlita mengakui salah kala itu dirinya justru melepas buah hatinya tanpa perjanjian tertulis dengan mantan suaminya itu.
“Jadi saya izinkan cuman memang saya ndak punya bukti. Saya juga salah kala itu, memang ndak ada bukti tertulis. Bukti rekaman. Jadi seperti itu, anak-anak itu diambil untuk dibawa Lebaran di Bali yah sudah itu sampai sekarang tidak ketemu lagi,” ujar Erlita.
Setelah itu polemik hak asuh anak muncul.
“Pokoknya dibilang sudah beralih (hak asuh), kamu punya bukti nggak. Sampai digugat hak asuh anak di pengadilan. Tapi memang hak asuh anak di bapaknya. Memang ada di perjanjian tapi itu sementara,” kata Erlita.
Baca Berita Lainnya di sini
SUMBER ARTIKEL : TRIBUN SULTRA