Berita Kerinci
Perambahan Telah Terjadi Sejak 1990
Perambahan di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di kaki Gunung Kerinci, ternyata telah terjadi puluhan tahun. Terkesan terbiarkan
Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Perambahan di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di kaki Gunung Kerinci, ternyata telah terjadi puluhan tahun. Terkesan terbiarkan, sehingga hal itu membuat semakin memprihatinkan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kerinci, Ir Ami Taher, saat dikonfirmasi awak media. Dia mengatakan bahwa kegiatan perambahan di kaki Gunung Kerinci sudah terjadi puluhan tahun yang lalu.
"Perambahan di lokasi ini sudah di mulai sejak tahun 1990," jelas Wabup Ami Taher.
Terkait dengan perambahan tersebut lanjut Wabup, pihaknya sudah melaksanakan pertemuan dengan pihak Balai Besar Taman Nasionap Kerinci Seblat (BB-TKNS) Kerinci.
"Hasil Pertemuan kami, untuk masyarakat yang bergantung dengan kawasan dan telah menempati lokasi perambahan waktu lama, akan kita pertemukan untuk mencari jalan tengah," katanya.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan alternatif lain salah satunya dengan Skema Kemitraan Konservasi sesuai dengan perundang-undangan dan peraturan yang berlaku.
"Penegakan hukum akan tetap dilakukan terhadap pelaku perambahan yang membuka wilayah baru," tegasnya.
Untuk diketahui sebelumnya dari 215.000 Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang ada di Kabupaten Kerinci, sekitar 2.000 hektare di kaki gunung kerinci telah di rambah.(*)
Baca berita lain terkait Gunung Kerinci
Baca juga: Banjir Terjadi di Tiga Lokasi BPBD Sarolangun Tidak Diberi Tahu oleh Desa Maupun Kecamatan
Baca juga: TEREKAM Kamera, Terduga Teroris Sempat Mondar-mandir di Mabes Polri Sebelum Dilumpuhkan Petugas
Baca juga: PSU di Batanghari Masih Menunggu Jadwal Resmi KPU Provinsi Mulai Logistik, Rekrut PPK Hingga KPPS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/pondok-di-tnks_20180329_210719.jpg)