Breaking News:

Berita Kota Jambi

Para Eksportir dan Pengusaha Diimbau Gunakan Pelabuhan Jambi

Balai Karantina Pertanian Jambi mengupayakan peningkatan ekspor 20 persen pada tahun 2021. Ini untuk memenuhi target gerakan tiga kali lipat ekspor

Istimewa
(Dokumen Foto Pelabuhan Talang Duku) 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Karantina Pertanian Jambi mengupayakan peningkatan ekspor 20 persen pada tahun 2021. Ini untuk memenuhi target gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) Provinsi Jambi yang nantinya pada tahun 2024 ditargetkan melambung menjadi 300 persen.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Turhadi Nurahman mengatakan untuk meningkatkan ekspor harus menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk sinergi stakholder seperti pengusaha, birokrat, pelabuhan dan lainnya. Hingga mengimbau eksportir tidak menggunakan pelabuhan di luar Jambi.

Disamping itu, untuk mencapai target tiga kali lipat ekspor nantinya akan ada tiga tambahan komoditas yang akan dicoba.  "Seperti mendorong komoditas diluar perkebunan seperti buah manggis, kentang dari kerinci dan ada nanas tangkit dari Muaro Jambi," ujar Turhadi Selasa (30/3/2021).

Terhadap eksportir yang masih menggunakan pelabuhan luar, Turhadi mengakui pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi. Kemudian ada juga program pendampingan ke tengah masyarakat daerah potensi ekspor

Khusus di tahun ini, Turhadi menjelaskan peningkatan volume ekspor Triwulan I memberikan kontribusi sebesar 28,14 persen dari target volume ekspor 2021. "Hal yang menggembirakan bahwa adanya komoditas baru  yang ekspor melalui Pelabuhan Talang Duku seperti Sapu Lidi, Pala, Cengkeh dan Kayu Manis, serta hadirnya eksportir baru di Provinsi Jambi," paparnyanya.

"Target Kinerja kami, ditahun 2021 diharapkan terjadi peningkatan ekspor komoditas pertanian sebesar  20 persen dari volume ekspor 2020 yaitu 1,4 juta ton atau setara dengan nilai ekspor sebesar 4,4 trilyun rupiah," tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Sekda Provinsi Jambi Agus Sunaryo mengatakan,  sosialisasi ini merupakan kegiatan awal yang baik secara lengkap keikutsertaan stakeholder. 

Ia mengatakan ada dua hal penting yang bisa dipetik, pertama pada dasarnya stakholder sudah menyampaikan ada peningkatan ekspor disektor pertanian khususnya Jambi menuju Jambi Rebound 2021. 

Lalu, kedua ada keinginan bersama diversifikasi komoditas baru yang ada peluang pembelinya di luar negeri untuk bisa diekspor. "Kini tinggal kita menjaga sinergitas stakeholder untuk bersama mewujudkan, insyaallah kita optimis bisa tercapai karena dukungan semua pihak," sebutnya.

Untuk pemetaan potensi unggulan pertanian, tambah Agus, dari beberapa narasumber mengatakan bahwa ada potensi yang bisa diekspor, seperti dari Merangin kulit manggis, kerinci kulit manis dan kentang, kopi danseperti di Tanjabbarat juga kopi liberika yang sudah punya ig mungkin bisa didorong Ekspor.

Kendati demikian, Agus tak menampik saat ini ekspor di pelabuhan talang duku Jambi masih belum maksimal. Ia mencatat saat ini hampir 70 persen ekspor masih dilakukan melalui pelabuhan luar Jambi, yang merupakan akibat cost yang terlalu tinggi jika melalui Jambi. "Selain itu ada juga isu strategis ekspor seperti kapasitas pengangkutan pelabuhan yang terdapat, " pungkasnya. 

Baca berita lain terkait ekspor Jambi

Baca juga: BREAKING NEWS Nelayan Ditemukan Tewas di Sebuah Hotel di Jambi Usai Makan Dua Ekor Udang Gala

Baca juga: Nenek Rosmina Menolak Jadi Pengemis Walau Hidup Susah

Baca juga: VIDEO Tiga Warga Jambi Ditangkap Tim Gabungan Setelah Jual Offset Harimau Sumatera dan Gading

Penulis: Zulkipli
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved