Breaking News:

Berita Kerinci

LH Kerinci akan Olah Ulat Belatung 

Mengatasi persoalan Sampah di kabupaten Kerinci, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kerinci, akan menganggarkan Tiga Bank sampah.

pixabay.com
Belatung 


TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Mengatasi persoalan Sampah di kabupaten Kerinci, Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kerinci, akan menganggarkan Tiga Bank sampah.

Bank sampah yang dibentuk itu, selain mengolah sampah menjadi bernilai bisnis juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat. 

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kerinci, Arsapa'i dikonfirmasi, Selasa (30/03), mengatakan bahwa pihaknya sudah mangajukan Tiga Bank Sampah untuk tahun 2021.

"Sudah kita ajukan, tapi kita tidak tahu apakah terkena dampak dari refocusing anggaran karena Covid-19," ujarnya. 

Menurutnya, Bank sampah tersebut bisa mengatasi sampah di kabupaten Kerinci, yang setiap hari selalu menumpuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS). 

"Alat itu ada mesin Pencacah Sampah, sehingga bisa memisahkan sampah organik dan plastik. Jadi sampah plastik itu lah kita olah menjadi ulat belatung yang bernilai bisnis," sebutnya. 

Ulat belatung sampah tersebut, nilai jual perkilonya mencapai Rp 70 ribu perkilo gram, sehingga jika 1 ton sampah organik bisa capai Rp 70 juta perharinya. 

"Ulat itu lah yang memakan sampah itu, karena ulat belatung itu banyak dibutuhkan selain bisa pakan burung juga banyak dibutuhkan untuk yang lain. Di daerah lain seperti jawa timur sudah bentuk paket dikemas dan sudah berjalan," tambahnya. 

Saat ini baru ada di Kayu Aro yang memiliki Bank Sampah, yang milik swasta yang dibina oleh Dinas Lingkungan Hidup Kerinci. 

"Di Kayu aro sudah ada Bank sampah tapi masih milik swasta, mudah-mudahan tidak terkena refocusing nantinya," harapnya.(*)

Baca berita lain terkait Kayu Aro

Baca juga: Warga Kota Jambi Pendataan Keluarga akan Dimulai Besok

Baca juga: DETIK-DETIK Evakuasi 3 Warga Merangin yang Terjebak di PETI Lubang Jarum, Korban Meninggal Dunia

Baca juga: CARA Mengisi SPT Tahunan Secara Online serta Cara Dapatkan PIN EFIN Bila Hilang, Terakhir 31 Maret

Penulis: Herupitra
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved