Berita Nasional
Ketika SBY Menolak Usulan Gelar Jenderal Besar TNI dari Panglima TNI Moeldoko
Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden, Jenderal TNI Moeldoko ditunjuk menjadi Panglima TNI.
Ketika SBY Menolak Usulan Gelar Jenderal Besar TNI dari Panglima TNI Moeldoko
TRIBUNJAMBI.COM - Saat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Presiden, Jenderal TNI Moeldoko ditunjuk menjadi Panglima TNI.
Kini, Moeldoko menjadi Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dan SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.
Keduanya sempat memiliki hubungan yang mesra dalam jagat politik nasional.
Saat SBY masih menjabat Presiden RI keenam SBY mengajukan nama Moeldoko sebagai calon Panglima TNI ke DPR untuk menggantikan Agus Suhartono yang akan segera pensiun.
Moeldoko sendiri sebelum menjadi Panglima TNI, Moeldoko menduduki jabatan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).
Penunjukan Moeldoko sebagai KSAD juga dilakukan oleh SBY.
SBY resmi menunjuk Moeldoko sebagai KSAD menggantikan adik iparnya Pramono Edhie Wibowo yang memasuki masa pensiun.
Penunjukan Moeldoko sebagai KSAD dan Panglima TNI merupakan bentuk kepercayaan SBY kepada juniornya itu di TNI.
Penunjukan Moeldoko sebagai KSAD dan Panglima TNI juga membuat hubungannya dengan SBY kian harmonis.
Bahkan saat menjabat Panglima TNI, Moeldoko pernah mengusulkan SBY mendapatkan anugerah Jenderal Besar TNI seperti Presiden Soeharto, Jenderal AH Nasution, dan Panglima Besar Soedirman.
Moeldoko menilai SBY layak mendapatkan gelar tersebut lantaran semangatnya yang besar dalam memodernisasi dan mereformasi TNI.
“Semangat yang kuat dari Bapak Presiden membangun kekuatan TNI yang andal, kami bersepakat tidak salah kiranya kalau Jenderal Purnawirawan Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan anugerah Jenderal Besar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),” kata Moeldoko sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id pada 9 Januari 2014.
Namun, SBY menolak usulan Moeldoko tersebut. SBY merasa apa yang dilakukannya dalam memodernisasi alat utama sitem pertahanan (alutsista) TNI merupakan tanggung jawab sebagai Kepala Negara.
• Tim Gabungan Gagalkan Penjualan Offset Harimau Sumatera & Gading Gajah Dari Pelaku Warga Jambi
• 3 Warga Merangin Diduga Masih Terjebak di Lubang Jarum, Ini Kata Kapolsek Sungai Manau
• Tolak Paham Radikal dan Terorisme di Tanjab Barat, AKBP Guntur Saputro Pimpin Apel Bersama
"Terus terang beliau menolak, tapi mengapresiasi apa yang disampaikan Panglima TNI (Moeldoko)," ujar Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dilansir dari Tempo.co (9/1/2014).
"Presiden mengatakan tidak diperlukan penghargaan seperti itu. Cukup lama TNI kita tak terbangun dan tak termodernisasi alutsistanya, sudah usang. Sekaranglah waktunya, ketika ekonomi kita memungkinkan," kata Sudi Silalahi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com