Pidato Jokowi 2014 Soal Impor Beras Disorot, Babe Haikal Unggah Video Ini di Twitter
Presiden Jokowi mengatakan akan mengentikan impor pangan, termasuk beras, bawang dan sejumlah komoditas lainnya.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA--Rencana pemerintah impor 1 juta ton beras jadi perhatian publik.
Bahkan Ustaz Haikal Hassan Baras alias Babe Haikal ikut berkomentar menanggapi rencana pemerintah tersebut.
Namun Babe Haikal tak banyak berkata, Haikal hanya mengunggah potongan video ketika Joko Widodo saat berkampanye dalam ajang Pilpres 2014 silam ke Twitter.
Dalam video tersebut, Jokowi akan mengentikan impor pangan, termasuk beras, bawang dan sejumlah komoditas lainnya.
Menurut Jokowi, Indonesia justru seharunya bisa mengekspor pangan.
Oleh karena itu Jokowi berjanji apabila terpilih akan menghentikan semua impor pangan itu.
Diketahui, tahun ini pemerintah berencana membuka keran impor beras sebanyak 1 juta ton.
Beras impor yang akan digunakan untuk menambah cadangan atau pemerintah menyebutnya dengan istilah iron stock.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, rencana impor ini telah disepakati dalam rapat koordinasi terbatas, dan Kementerian Perdagangan bahkan telah mengantongi jadwal impor beras tersebut.
"Iron stock itu barang yang memang ditaruh untuk Bulog sebagai cadangan, dia mesti memastikan barang itu selalu ada. Jadi tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apapun karena memang dipakai sebagai iron stock," jelas Lutfi dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).
Baca juga: Buwas Bongkar 2 Menteri Jokowi yang Perintahkan Impor 1 Juta Ton Beras, Ketua Umum Partai
Klaim pemerintah, impor sebesar 1 juta ton, yang terbagi 500.000 ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500.000 ton sesuai kebutuhan Bulog.
Stok beras perlu dijaga karena pemerintah perlu melakukan pengadaan beras besar-besaran untuk pasokan beras bansos selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Selain itu, adanya banjir yang menerjang beberapa daerah mengancam ketersediaan pasokan beras.
Upaya menjaga ketersediaan stok beras tersebut dilakukan melalui penyerapan gabah oleh Bulog dengan target setara beras 900.000 ton pada saat panen raya Maret hingga Mei 2021 dan 500.000 ton pada Juni hingga September 2021.

Janji tolak impor beras