Breaking News:

Berita Tanjabbar

Disnakan Tanjabbar Antisipasi Sengketa Antar Nelayan Terapkan Perioderisasi Tangkapan Nelayan

Sebelumnya muncul permasalahan terkait dengan nelayan sondong dan belat soal batas tangkapan ikan di wilayah perairan yang ad di Kabupaten Tanjabbar.

TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Antisipasi Sengketa Nelayan, Diskan Tanjabbar Terapkan Perioderisasi Tangkapan Nelayan 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL-Permasalahan nelayan sodong dan nelayan belat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat akhirnya menemukan solusi. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Netty Martini, Selasa (23/3) 

Sebelumnya muncul permasalahan terkait dengan nelayan sondong dan belat soal batas tangkapan ikan di wilayah perairan yang ad di Kabupaten Tanjabbar. Netty menyebutkan bahwa pihaknya telah mengadakan rapat bersama dengan pihak nelayan dan dengan DPRD Tanjabbar. 

"Kemarin kita sudah panggil pihak yang bersangkutan dan tampung apapun permasalahannya, namun mereka tidak kita panggil secara bersamaan, untuk menghindari keributan. Ini juga dilakukan bersama anggota dewan guna mencari solusi," ungkapnya

Adapun terkait dengan perselisihan tersebut, kata Netty Nelayan bersepakat untuk mem
membuat aturan mengenai pembagian periode tangkapan pada masing-masing nelayan. Kesepakatan ini hanya sementara, sambil nantinya kata Netty ada aturan tegas terkait permasalahan ini. 

"Jadi dalam pertemuan itu, kita sepakati untuk membuat pembagian waktu dimana ada waktu dan periode tertentu untuk nelayan sondong dan nelayan belat dalam menagkap. Jadi mereka tidak serempak," katanya.

Soal kebijakan, kata Netty pihaknya masih menunggu kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi soal batas tangkapan nelayan dan aturan lainnya. Namun diharapkannya bahwa ada perhatian lebih terkait dengan aturan untuk untuk segera di terbitkan. 

"Jadi saat ini kita hanya membuat kebijakan sementara menjelang aturan dari provinsi turun.  Sebetulnya ini sangat di perlukan dan di segerakan, karena nelayan kita kan butuh kejelasan batasan-batasan mana yang di bolehkan untuk nelayan sodong dan belat," pungkasnya.

Baca berita lain terkait Kabupaten Tanjabbar

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved