Breaking News:

MUI Umumkan Vaksin Astrazeneca Mengandung Tripsin Babi? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini

Perusahaan biofarmasi global yang menciptakan vaksin Covid-19 AstraZeneca  memberikan bantahan terkait adanya kandungan tripsin babi.

SHUTTERSTOCK/solarseven
Ilustrasi vaksin Covid-19 Benarkah Vaksin Astrazeneca Mengandung Tripsin Babi? Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu di antara vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia adalah Astrazeneca, setelah vaksin Sinovac.

Beredar kabar jika Astrazeneca mengandung tripsin babi, benarkah?

Perusahaan biofarmasi global yang menciptakan vaksin Covid-19 AstraZeneca  memberikan bantahan terkait adanya kandungan tripsin babi dalam vaksin tersebut.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribunnews.com, Minggu (21/3/2021), pihak AstraZeneca memberikan kepastian jika vaksin yang turut diproduksi oleh Universitas Oxford ini tidak mengandung unsur hewani.

 

"Semua tahapan proses produksinya, vaksin vektor virus ini tidak menggunakan dan bersentuhan dengan produk turunan babi atau produk hewani lainnya," jelasnya.

Pihaknya juga percaya jika  hal tersebut yang didasari oleh persetujuan dari 70 negara di dunia.

Sejumlah  negara tersebut didominasi oleh negara muslim yakni, Arab Saudi, UEA, Kuwait, Bahrain, Oman, Mesir, Aljazair dan Maroko dan banyak Dewan Islam di seluruh dunia.

Pihak AstraZeneca menyebutkan bahwa vaksin ini diperbolehkan untuk digunakan oleh para Muslim.

"Semua vaksin, termasuk Vaksin Covid-19 AstraZeneca, merupakan bagian penting dalam menanggulangi pandemi Covid-19 agar dapat memulihkan keadaan di Indonesia secepatnya," ujarnya.

Baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan bahwa vaksin AstraZeneca (AZ) haram, karena mengandung zat yang berasal dari hewan babi, berdasarkan kajian yang dilakukan MUI oleh pihak-pihak terkait.

Halaman
12
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved