Komunitas Pujakusuma Jambi Fasilitasi HWDI Jambi Mengembangkan Potensi Diri
"Kita belum sampai kearah kerjasama. Saat ini baru pendampingan, apa yang dibutuhkan HWDI kita bantu. Seperti membatik, kita datangkan ibu Ida untuk a
Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komunitas putra Jawa kelahiran Sumatra (Pujakusuma) Jambi fasilitasi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Wilayah Jambi kembangkan potensi diri.
"Kita belum sampai kearah kerjasama. Saat ini baru pendampingan, apa yang dibutuhkan HWDI kita bantu. Seperti membatik, kita datangkan ibu Ida untuk ajarkan mereka membatik," kata Edy Sugiarto Ketua Pujakusuma Kota Jambi, Minggu (21/3/2021).
Berdasarkan namanya, Pujakusuma merupakan organisasi masyarakat paguyuban orang-orang Jawa. Tapi sebetulnya, bukan berarti khusus orang Jawa semua.
Baca juga: Vaksinasi Guru dan Tenaga Pendidik di Jambi Bakal Dipercepat
Baca juga: Setengah Pelanggan PDAM Tirta Sako Betuah Sarolangun Menunggak Pembayaran, Dirut Ambil Langkah Ini
Baca juga: Promo Alfamart Hari Ini 21 Maret 2021 Diskon Susu Diapers Minyak Goreng Cemilan, Beriku Katalognya
"Jadi kita mengambil semua suku yang ada di Jambi, kita gabungkan menjadi satu. Di situ ada Jawa, Sunda, Padang, dan lainnya. Hanya brandingnya saja Jawa," ungkapnya.
Kata Edy, visi misi mereka yaitu sosial kemasyarakatan. Tentunya hal itu juga yang kemudian menjadi fokus komunitas Pujakusuma.
"Jadi kegiatan kita banyak yang sosial, bukan bisnis bukan cari uang. Dari awal pandemi hingga saat ini kegiatan kita terbatas," kata dia.
Itulah mengapa satu di antara kegiatan Pujakusuma yaitu membantu memfasilitasi kawan-kawan disabilitas tidak terlalu luas.
"Kita tidak berpolitik ya, tapi kita juga tidak boleh buta politik. Artinya kita harus satu arah, ke mana kita harus bernaung," jelasnya.
Contohnya seperti saat ini Pujakusuma bernaung kepada pejabat-pejabat pemerintah. Katanya, supaya mendapatkan power membantu masyarakat.
Jadi, selain pemerintah dapat mengetahui apa yang terjadi di masyarakat. Masyarakat juga mendapatkan bantuan melalui Pujakusuma untuk mendapatkan pengembangan diri atau eksistensinya.
"Yang mana komunitas kita ini juga didirikan oleh pak Fasha (Wali Kota Jambi), dan pak Maulana (Wakil Wali Kota Jambi). Sekaligus menjadi pembina kita," tutupnya.