HEADLINE TRIBUN JAMBI
Dari Masa Dinasti Song hingga Ming, Temuan 730 Mangkuk Produksi Cina
"Jadi ini diproduksi masanya, ada suatu hal. Ada proses disposisi bisa karena alam dan manusia. Jadi memang kondisinya masih bagus..."
“Barang pecah belah ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, bukan barang dari kelas atas. Artinya perlengkapan sehari-hari masyarakat pada umumnya,” ujar Ashyadi.
Hal itu pun terlihat dari jumlah dan posisi penemuannya. Kata Ashyadi, objek yang ditemukan memiliki bentuk yang hampir sama yaitu mangkuk.
“Jadi yang menarik itu lokasinya, lokasi penemuannya itu dulu apa? Kalau saya lihat lingkungan alamnya melalui foto, ada kanal buatan kemudian saluran air buatan untuk irigasi,” ujarnya.
“Bisa jadi dulu disekitar situ ada sungai-sungai lama, kemudian dari aktivitas perkebunan lalu tertutup, sehingga tidak kelihatan lagi morfologi sungai lamanya. Nah dari aktivitas perkebunan yang sekarang terungkap kembali,” ungkap Ashyadi.
Sementara itu, ada tiga jenis perdagangan yang diciptakan pada masa Sriwijaya. Hal ini tertuang di dalam paradigma jurnal kajian budaya volume 9 nomor 1 dengan judul hulu ke hilir jaringan dan sistem perniagaan Kerajaan Sriwijaya.
“Ada namanya pelabuhan tingkat pengepul kecil, lalu ada pelabuhan pengepul sedang dan pelabuhan besar. Biasanya, pelabuhan besar dekat dengan muara pantai,” ujarnya.
Kemudian, dilihat dari lokasi temuan ratusan mangkuk ini bisa jadi masuk dalam ketegori pengepul kecil yang berada di wilayah pedalaman.
“Artinya mereka manfaatkan sungai-sungai kecil untuk transportasi yang kemudian mengumpulkan ke pengepul sedang lalu ke pelabuhan yang lebih besar dengan cakupann sudah antar pulau atau antar benua,” pungkasnya. (sul/cwi)
Baca juga: Misteri Temuan Ratusan Mangkuk Diduga Antik di Tanjabbar, Padahal Bertahun-tahun Parit Dibersihkan
Baca juga: Ludahi Mangkuk Sebagai Penglaris, Begini Nasib Mengejutkan Pedagang Bakso yang Viral di Medsos
Baca juga: Mengapa Gambar Kemasan Indomie saat Ramadhan 2020 Mangkuk Kosong Tanpa Isi Mi