Berita Kota Jambi

Klien Bapas Jambi Belajar Membuat Mie Ayam dan Es Dawet Demi Hilangkan Stigma Negatif di Masyarakat

Zulhendri berharap bahwa setelah para mantan napi melaksanakan bimbingan hisa hidup normal tanpa stigma negatif dari masyarakat.

Penulis: Rara Khushshoh Azzahro | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/rara khushshoh
Klien Bapas Jambi Belajar Membuat Mie Ayam dan Es Dawet, Kepala Bapas: Hilangkan Stigma Negatif di Masyarakat 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jambi adakan pelatihan kuliner pada klien, Senin (15/3/2021). Klien akan belajar membuat kuliner langsung pada rangkaian acara tersebut.

Zulhendri, Kepala Bapas Jambi berujar tujuannya untuk hilangkan stigma negatif para klien, ketika berbaur kembali dengan masyarakat.

"Harapannya mereka bisa menyerap ilmu. Jika nanti berminat, kemudian bisa ditindaklanjuti, dan menjadi bekal hidup dimasyarakat, atau bahkan untuk bekal berwira usaha," beber Zulhendri.

Pihak Bapas Jambi melakukan bimbingan kepada 20 orang klien yang merupakan mantan narapidana.

"Kuota hanya untuk 20 orang, dari 800 orang kita cuma pilih 20 karena beberapa keterbatasan, satu di antaranya keterbatasan anggaran. Dari 20 orang tersebut 7 perempuan dan 13 orang laki-laki," ia berujar.

Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan giat tahunan di Bapas. 

Pada kegiatan itu, para mantan narapidana ini diajarkan untuk memiliki keterampilan khusus.

"Bimbingan bagi mantan narapidana yaitu membuat mie ayam, dan es dawet. Setelah keluar dari Lapas diberikan bimbingan untuk memberikan bekal agar mereka membuka usaha," ia menyebutkan.

Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, para klien mendapat materi. Hari selanjutnya para klien akan belajar praktik langsung membuat kuliner tersebut.

Ia mengatakan bahwa sebelum diberikan bimbingan para mantan napi ini sebelumnya diseleksi terlebih dahulu. Dengan persyaratan yaitu napi yang belum memiliki kegiatan atau pekerjaan dan memiliki minat bakat.

Zulhendri berharap bahwa setelah para mantan napi melaksanakan bimbingan hisa hidup normal tanpa stigma negatif dari masyarakat.

"Agar jangan ada cap dari masyarakat, agar merubah paradigma para napi. Dan bisa hidup layak serta bisa diterima ditengah masyarakat," tutup Zulhendri.(TribunJambi/Rara Khushshoh Azzahro)

Baca juga: UMKM Gonau Karyakan Perajin Anyaman di Jambi dan Produknya Diserap Apartemen Mewah di Jakarta

Baca juga: Pemkot Jambi Melalui Fasha Tegaskan Siap Rencanakan Bangun Lagi Perumahan Guru Jika Diperlukan

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia Ternyata Anton Medan Sudah Siapkan Liang Lahat Jauh-jauh Hari

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved