Editorial
Gerak Cepat Antisipasi Karhutla di Provinsi Jambi
Tahun lalu Provinsi Jambi nyaris bebas dari ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tapi sepertinya tidak dengan tahun ini.
Tahun lalu Provinsi Jambi nyaris bebas dari ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tapi sepertinya tidak dengan tahun ini.
Sejumlah kasus karhutla mulai terjadi di beberapa daerah.
Hal itu dipicu pula cuaca ekstrem. Suhu udara yang tinggi yang kian memicu karhutla.
Kita tentu masih ingat saat bencana karhutla pada 2015.
Udara di Jambi menjadi tidak sehat karena asap berjerebu.
Saat itu, tidak ada Gubernur Jambi defenitif, kecuali pelaksana tugas.
Ketika itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sempat menegur Plt Gubernur Jambi karena karhutla lambat ditangani.
Tahun ini, ancaman karhutla datang lebih cepat.
Tapi kita patut bersyukur, pemangku kepentingan di Provinsi Jambi sigap.
Mereka cepat bertindak.
Di daerah kita lihat bagaimana TNI/Polri turun ke masyarakat, memberikan pemahaman agar masyarakat tidak membakar lahan.
Baca Berita lainnya
klik:
Baca juga: Komite Ekraf Provinsi Jambi Dorong City Branding untuk Jambi
Baca juga: Aurel Emosi, Atta Halilintar Bereaksi Saat Lamarannya Dihujat Karena Disiarkan TV: Terserah Orang!
Baca juga: VIDEO Tenggelam di Bekas Galian Sungai, DU Bocah 12 Tahun di Buluran Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Baca juga: Razia PETI di Bungo, Ekskavator dan Mesin Robin Diamankan
Bahkan kini Satgas Karhutla Provinsi Jambi telah terbentuk dan diketuai oleh Komandan Korem 042/Garuda Putih.
Selain masyarakat, perusahaan perkebunan juga harus menjadi perhatian. Karena faktanya, karhutla juga terjadi di lahan sejumlah perusahaan.
Maka, aturan hukum mulai dari undang-undang hingga peraturan daerah terkait karhutla patut pula ditegakkan kepada perusahaan.
Semoga saja, langkah cepat pemangku kebijakan menangani karhutla bisa didukung oleh semua pihak. (*)