Berita Internasional
MYANMAR Makin Membara, 70 Orang Warganya Tewas Lawan Junta Militer yang Kudeta Pemerintahan Sah
Kudeta Myanmar yang berujung pada demonstrasi besar-besaran masyarakatnya melawan militer negara itu jadi sorotan publik internasional.
TRIBUNJAMBI.COM - Kudeta Myanmar yang berujung pada demonstrasi besar-besaran masyarakatnya melawan militer negara itu jadi sorotan publik internasional.
Adanya kudeta yang dilakukan junta militer Myanmar memunculkan kerusuhan yang entah kapan akan selesai.
Pasalnya, aparat keamanan di negara itu bertindak beringas dengan membunuhi para demonstran.
Bahkan semakin hari jumlah demonstran yang tewas semakin besar dalam catatan pemberitaan di negara tersebut.
Baca juga: Celana Dalam jadi Senjata Pendemo Lawan Militer Myanmar, Mitos Kuno Menyentuh Bakal Terhisap
Baca juga: Aparat Gunakan Senjata, Demonstran Myanmar Malah Jemur Rok dan Pakaian Dalam Wanita
Baca juga: Semakin Mencekam, Terekam Video Kebrutalan Junta Militer Myanmar Tembak Massa dari Jarak Dekat
Bahkan Intervensi PBB diharapkan publik internasional dan masyarakat Myanmar itu sendiri.
Setidaknya sudah tercatat ada enam pengunjuk rasa tewas di tangan pasukan keamanan di Myanmar.
Saksi dan media telah melaporkan, ketika para aktivis menandai peringatan kematian seorang siswa pada hari Sabtu yang pembunuhannya pada tahun 1988 memicu pemberontakan melawan pemerintah militer.

Tiga orang tewas dan beberapa lainnya tercatat cedera ketika polisi melepaskan tembakan pada protes duduk di Mandalay, kota terbesar kedua Myanmar.
Dua saksi mengatakan kepada Reuters. Satu orang lagi tewas di pusat kota Pyay dan dua lainnya tewas dalam tembakan polisi di ibukota komersial Yangon semalam, media domestik melaporkan.
"Pasukan keamanan awalnya menghentikan ambulans untuk menjangkau orang-orang yang terluka dan baru mengizinkannya nanti," ujar seorang pengunjuk rasa berusia 23 tahun di Pyay kepada Reuters, meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan.
"Pada saat mereka mengizinkannya, salah satu yang terluka menjadi kritis dan dia kemudian meninggal," lanjutnya
Baca juga: Vicky Prasetyo Menikah Tiga Kali Kalina Oktarani Menikah Keempat Kali, Ini Maskawin Vicky ke Kalina
Baca juga: Pembuatan Covernote dan Tanggung Jawab Seorang Notaris Menurut Hukum Perbankan di Indonesia
Baca juga: Bripda AP Ditugaskan Tangkap Pencuri Malah Tembak Teman Kencan di Pekanbaru

Kematian itu terjadi ketika para pemimpin Amerika Serikat, India, Australia dan bahkan Jepang bersumpah untuk bekerja sama memulihkan demokrasi di negara Asia Tenggara itu.
Lebih dari 70 orang telah tewas di Myanmar yang tercaat dalam protes yang meluas terhadap kudeta 1 Februari oleh militer, kata kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik.
Protes hari Sabtu meletus setelah poster-poster telah menyebar di media sosial yang mendesak orang-orang untuk memperingati kematian Phone Maw, yang ditembak dan dibunuh oleh pasukan keamanan pada tahun 1988 di dalam tempat yang kemudian dikenal sebagai kampus Institut Teknologi Rangoon.
Kini demonstrasi juga semakin membesar dan militer juga semakin brutal mengantisipasinya.
(*)
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
SUMBER: SOSOK.ID