Health and Beauty

Hindari Penggunaan Obat Kumur Berlebihan, Tips Jaga Kesehatan Mulut saat Pandemi

Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sebagian besar orang masih takut untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, termasuk dokter gigi.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Fifi Suryani
tribunnews.com
Ilustrasi: penggunaan obat kumur 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sebagian besar orang masih takut untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, termasuk dokter gigi.

Ada yang takut tertular virus karena mulut termasuk bagian tubuh yang menjadi perantara utama penularan Covid-19.

Namun sebenarnya, kita tidak perlu takut dan khawatir. Karena Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) telah memberikan panduan melakukan praktek tindakan gigi di masa pandemi ini.

Ketua PDGI Cabang Kota Jambi, drg Bob Martias memberikan tips aman pemeriksaan gigi di tengah pandemi.

Menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan adalah para dokter harus mengenakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Kemudian yang terpenting adalah sirkulasi udara ruangan harus selalu bersih dan selalu berganti.

"Yang jelas sirkulasi ruangan yang ada di ruangan praktik itu harus selalu berganti. Akan lebih baik lagi kalau ada UV sterilizer dan vacuum aerosol," ungkap Bob, Selasa (2/3/2021).

Dirinya pun menyarankan kepada pasien yang hendak ke rumah sakit atau pun praktek dokter gigi, mengusahakan agar tidak datang mendadak ke lokasi.

"Kalau bisa datangnya dengan mengkonfirmasi pada perawat atau pun dokternya langsung. Kemudian beritahu tentang keluhannya apa. Sehingga bisa terjadwal," ujarnya.

Hal ini bertujuan agar tidak ada penumpukan antrean di tempat praktek dokter gigi atau pun di rumah sakit.

"Tentu ini akan mengurangi tingkat penularan Covid-19 saat menunggu giliran pemeriksaan," terangnya.

Sementara itu drg Galuh Putri, Wakil Ketua PDGI Cabang Kota Jambi menambahkan, pasien juga harus mau diajak kerja sama. Terutama dalam hal skrining saat sebelum masuk ke ruangan praktek.

"Pasien akan ditanyai dahulu sebelumnya ada riwayat keluar kota atau tidak. Kemudian ada kontak erat tidak dengan pasien Covid-19. Atau pun keluhan-keluhan lainnya yang mendekati gejala Covid-19," papar Galuh.

Dirinya sangat mengharapkan kejujuran para pasien saat dilakukan skrining.

"Pastikan juga kondisi pasien yang akan melakukan pemeriksaan sudah cukup sehat atau seperti tidak mengalami demam, batuk, pilek, bersin-bersin dan sebagainya saat ke dokter gigi," jelas Galuh.

Ganggu keseimbangan bakteri

Merawat gigi saat pandemi dengan cara melakukan pemeriksaan rutin yang dilakukan setiap enam bulan sekali ke dokter gigi.

"Jaga kesehatan gigi itu pada dasarnya tidak sulit. Dengan rajin menggosok gigi di pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur saja, itu sudah cukup," jelas Bob, Rabu (3/3/).

Dirinya menambahkan menggosok gigi yang baik yakni menggosok seluruh permukaan gigi dan kemudian diikuti dengan menyikat bagian lidah.

"Mulut merupakan salah satu media transmisi dan berkembangnya virus dan juga bakteri," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan perlu dan patut kita memperhatikan kesehatan gigi dan mulut.

"Bagi penderita Covid-19, disarankan untuk berkumur dua kali sehari menggunakan cairan povidone iodine untuk turunkan jumlah virusnya dalam rongga mulut," terang ketua PDGI Cabang Kota Jambi.

Sementara itu, pada orang yang tidak terinfeksi virus, penggunaan obat kumur ini sebaiknya tidak dilakukan secara rutin. Dirinya mengatakan ini akan mengubah keseimbangan bakteri baik dan buruk yang ada di mulut.

"Untuk kita yang tidak terpapar virus (Covid-19), mungkin tidak dianjurkan untuk menggunakan obat kumur dengan rutin ya. Sebab ini akan mengubah keseimbangan bakteri baik dan buruk dalam mulut. Cukup dengan sikat gigi biasa dan itu sudah masuk dalam upaya mencegah Covid-19," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved