Breaking News:

Bayar Denda Arfandi Bebas

BREAKING NEWS Serahkan Rp 200 Juta, Mantan Sekda Merangin Terpidana Korupsi Dinyatakan Bebas

Selain itu kata dia, pihaknya juga sudah mengupayakan hasil dari tindak pidana Korupsi di Kabupaten Merangin berupa pengembalian uang..

Darwin sijabat
Pihak keluarga mantan Sekda Merangin serahkan uang pengganti subsidair pidana penjara sebesar Rp 200 Juta kr Kejari Merangin 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Mantan sekda Kabupaten Merangin, Arfandi Ibnu Hajar terpidana Tindak Pidana Korupsi pengelolaan atau penggunaan dana APBD Kabupaten Merangin tahun anggaran 2007 lalu akhirnya menghirup udara segar.

Dirinya dinyatakan bebas dari kurungan setelah menyerahkan uang denda sebesar 200 juta rupiah kepada Kejari Merangin.

Kepala Kejaksaan Merangin Martha Parulina Berliana melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Arliansyah menyebutkan terpidana korupsi di Setda Merangin akan segera dibebaskan setelah membayar uang pengganti subsidair pidana penjara sebesar Rp 200  Juta. 

"Pembayarannya tadi (Senin, 8/3/2021). Lansung  diserahkan oleh pihak keluarga atas nama M Zaherman yang diantar lansung ke Kejari Merangin," ungkap Arliansyah.

Kata Arliansyah, â‚©engembalian uang tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI. No 2450 k/pid.sus/2012 tanggal 02 April 2013, dengan terpidana Arfandi Ibnu Hajar yang dinyatakan bersalah dengan putusan 6 tahun, uang pengganti 2,5 Miliar dengan menjalani subsidiair tiga tahun dua bulan, dengan denda sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah).

" Denda 200 juta itu adalah subsider atau sisa masa kurungan empat bulan. Akan tetapi yang bersangkutan memilih untuk membayar denda. Jika tidak membayar denda yang bersangkutan akan menjalani kurungan sampai Agustus mendatang, tetapi iya memilih untuk membayar denda," kata Arliansyah 

Lanjutnya, pembayaran denda tersebut berkaitan dengan tindak pidana Korupsi Pengelolaan atau Penggunaan Dana APBD Kabupaten Merangin khususnya terhadap Belanja Bantuan Sosial Belanja Makan Dan Minum Serta Belanja Bahan Bakar Minyak / Gas (BBM) Tahun Anggaran 2007 lalu.

" Ya, berdasarkan hasil Audit BPK RI perwakialan Provinsi Jambi tahun 2010. Negara dirugikan sebesar Rp. 7.279.222.250,- (tujuh milyar dua ratus tujuh puluh Sembilan juta dua ratus dua puluh dua ribu dua ratus lima puluh rupiah) pada Setda Merangin," jelasnya.

Selain itu kata dia, pihaknya juga sudah mengupayakan hasil dari tindak pidana Korupsi di Kabupaten Merangin berupa pengembalian uang Negara lebih - kurang Satu Miliar rupiah.

" Pertama pada bulan Oktober 2020 dalam kegiatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin Tahun 2008 lalu, pengembalian uang Negara sebesar Rp. 623.000.000, kemudian pada bulan Desember tahun 2020 lalu dalam kegiatan di dinas Satpol PP kabupaten Merangin kegiatan pengadaan pakaian Linmas tahun 2018  kita juga sudah menerima pengembalian uang Negara sebesar Rp. 305.000.000 dan  hari ini (kemarin,red) Kejari Merangin telah menenrima pembayaran denda terpidana korupsi Setda Merangin sebesar Rp. 200.000.000. Total uang Negara yang dikembalikan berkisar Satu Miliar Rupiah,"pungkasnya. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Kronologi Mahasiswa Unja Septian Pradana Tabrakan dengan Truk di Muarojambi

Baca juga: Kisah Pilu Dibalik Wanita yang Membawa dan Memasukan Bayi dalam Plastik

Baca juga: Ada Apa AHY Temui Menko Polhukam dan Mahfud MD Singgung Kemenkumham, Bahas KLB Partai Demokrat?

Penulis: Darwin Sijabat
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved