Emosi SBY Pecah Sampai Elus Dada Sebut Nama Moeldoko, Sesali Pernah Beri Jabatan: Benar-benar tega!

SBY juga menyebut Moeldoko tidak berjiwa kesatria lantaran berusaha merebut posisi Ketum Partai Demokrat dengan cara ilegal dan inkonstitusional.

Editor: Tommy Kurniawan
Ist
SBY dan Moeldoko 

TRIBUNJAMBI.COM - Emosi Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tak terbendung saat menyebut nama Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Bahkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sampai mengelus dada.

Momen emosi SBY itu saat meyampaikan responnya terkait pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar Jhoni Allen Marbun Cs di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Bahkan SBY menyebut Moeldoko sangat tega dan berdarah dingin lantaran mengkudeta putra, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dari posisi Ketum Partai Demokrat.

"Banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam, benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," ungkap SBY saat konferensi pers di Perumahan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).

Selain itu, SBY juga menyebut Moeldoko tidak berjiwa kesatria lantaran berusaha merebut posisi Ketum Partai Demokrat dengan cara ilegal dan inkonstitusional.

"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak teruji, jauh dari sikap kesatria dan nilai-nilai moral," ujar Presiden ke-6 RI tersebut.

Baca juga: Ketika Jokowi Kampanyekan Benci Produk Asing Lalu Tak Malu Buka Impor Beras

Baca juga: Popularitas Risma di Pilgub DKI Jakarta Meningkat, Kini Salip Anies Baswedan dan Sandiaga Uno

Baca juga: Mahasiswi Cantik Habisi Selebgram Ari di Ranjang, Kecewa Hubungan Diakhiri Setelah Semua Diberi

Sangking emosinya, perbuatan Moeldoko bahkan disebut SBY telah mempermalukan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Dan hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran Tentara Nasional Indonesia," ungkap SBY.

Kemudian SBY pun mengungkapkan penyesalannya pernah memberikan sejumlah jabatan kepada Moeldoko.

Diketahui, rupanya Moeldoko pernah menjabat Kepala Staf TNI AD (KSAD) sejak 20 Mei 2013.

Saat itu SBY menunjuk Moeldoko sebagai KSAD menggantikan adik iparnya, Pramono Edhie Wibowo yang kala itu memasuki masa pensiun.

Kemudian Moeldoko juga diangkat menjadi Panglima TNI periode 2013-2015.

Saat itu Moeldoko diusulkan SBY untuk jadi Panglima TNI menggantikan Agus Suhartono yang segera pensiun.

Presiden ke-6 RI itu kini mengungkapkan penyesalan dan rasa bersalahnya sembari mengelus dada.

"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya (Moeldoko)," ungkap SBY sembari mengelus dada.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved