Breaking News:

Sosok Nora Tristyana Putri Wapres Try Sutrisno Rupanya Dokter Gigi, Istri Jenderal TNI Mantan Menhan

Sosok putri Wapres ke-6 RI periode 1993-1998 Try Sutrisno bernama drg Nora Tristyana MARS. Ia juga merupakan istri mantan Menteri Pertahanan.

ist
Drg Nora Tristyana, putri Wapres Try Sutrisno. Nora adalah istri mantan Menteri Pertahanan Jenderal Ryamizard Ryacudu. Foto: Nora mengenakan baju adat Lampung saat menghadiri upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Istana Negara, Jakarta, Sabtu ( 17/8/2019). Nora pun mendapat penghargaan kostum terbaik dan mendapatkan hadiah sepeda dari Presiden Joko Widodo. 

Satu jenderal polisi, satunya lagi jenderal TNI. 

Adik pertamanya adalah Firman Santyabudi yang kini  berpangkat jendral polisi bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen). 

Setelah menjadi Kapolda Jambi, Firman sekarang Asisten Logistik Kapolri.

Sementara sang adik kedua adalah Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo.

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo sejak 9 April menjadi Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi.

Melansir dari Wikipedia, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 Maret 1971.

Sementara Irjen Firman Santyabudi lahir 17 November 1965 alias beda 6 tahun.

Firman alumi akpol 1988, sedang sang adik alumni akmil 1992.

Irjen Firman Santyabudi

Dilihat dari profil dan biodatanya, karier Irjen Firman Santyabudi sebagai perwira tinggi Polri memang cukup moncer.

Salah satu aksinya yang paling jadi sorotan adalah saat ia turun langsung meredam konflik 2 desa di Jambi pada tahun 2020.

Saat itu, Irjen Firman Santyabudi menjabat sebagai Kapolda Jambi.

Irjen Pol Firman Santyabudi saat Kapolda Jambi dan ayahnya Try Sutrisno. Irjen Firman sekarang asisten logistik Kapolri.
Irjen Pol Firman Santyabudi saat Kapolda Jambi dan ayahnya Try Sutrisno. Irjen Firman sekarang asisten logistik Kapolri. (twitter dan kompas.com)

Ia turun langsung untuk mendinginkan situasi konflik dua desa di Kerinci.

Konflik yang dipicu persoalan tanah ini telah menewaskan seorang warga dari Desa Semerap, Kecamatan Danau, Kerinci Barat.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan'

Korban tewas karena tertembak setelah nekat menyerang warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci.

Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

"Ya, Pak Kapolda untuk mengamankan dan menenangkan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/10/2020).

Ia mengatakan, kedatangan Kapolda Jambi untuk mendinginkan situasi dan mencegah bentrok susulan dengan menempatkan personel Polri didampingi TNI di lokasi.

Proses hukum tetap berjalan, kata Kuswahyudi, untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan keadilan, tentu apabila dilihat ada unsur pidananya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kerinci Iptu Edi Mardi menuturkan, untuk saat ini, situasi sudah kondusif.

Bentrokan antar-warga ini dipicu konflik tanah.

Menurut Mardi, konflik tanah yang menjadi persoalan warga dua desa inisudah lama.

"Kita udah berupaya maksimal dengan menggandeng pemda untuk langkah mediasi, tapi memang karekternya susah," kata Mardi menjelaskan.

Upaya mediasi sudah dilakukan, namun belum memperoleh hasil yang memuaskan, sehingga sempat terjadi penyerangan.

"Warga Desa Semerap yang tertembak oleh masa dari sebelah. Karena nekat nyerang," kata Mardi menambahkan.

Untuk diketahui, bentrok antara warga Desa Semerap dan Desa Muak langsung direspons Wakil Bupati Kerinci Ami Taher didampingi Sekda Kerinci Asraf serta Dandim dan Kapolres Kerinci turun mendinginkan suasana.

Melansir dari Wikipedia, Irjen Firman Santyabudi lahir dari pasangan Try Sutrisno dan Tuti Sutiawati pada 17 November 1965.

Firman adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 16 November 2020 mengemban amanat sebagai Asisten Logistik Kapolri.

Firman, lulusan Akpol 1988 ini berpengalaman dalam bidang lantas.

Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Jambi.

Lulusan Akpol 1988 ini juga pernah menjabat sebagai Wadirlantas Polda Metro Jaya, Kasbudit Jianmas Ditlantas Babinkam polri, serta Dirlantas Polda Sumsel.

Berikut riwayat jabatannya.

- Wadirlantas Polda Metro Jaya

- Kepala SPN Lido, Polda Metro Jaya (2008)

- Kapolres Metro Jaksel (2009)

- Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri (2009)

- Dirlantas Polda Sumsel (2011)

- Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri (2012)

- Kabagrenops Robinops Sops Polri (2013)

- Karodalaops Sops Polri (2013)

- Direktur Kerjasama dan Humas PPATK (2014)

- Deputi Bidang Pemberantasan PPATK (2017)

- Kapolda Jambi (2020)

- Asisten Logistik Kapolri (2020)

Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo

Melansir dari Wikipedia, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 Maret 1971.

Ia adalah seorang perwira tinggi TNI AD yang mulai tanggal 9 April 2020 memegang jabatan sebagai Kepala Staf Komando Daerah Militer III/Siliwangi.

Kunto, lulusan Akmil 1992 ini dari kecabangan Infanteri.

Brigjen TNI Kunto dan ayahnya, mantan Wapres Try Sutrisno.
Brigjen TNI Kunto dan ayahnya, mantan Wapres Try Sutrisno. (Kolase siliwangi.mil.id dan Wikipedia)

Sebelumnya, jenderal bintang satu ini menduduki jabatan sebagai Komandan Korem 032/Wirabraja.

Riwayat Jabatan:

- Danton Yonif Linud 502/Ujwala Yudha

- Danton Yonif Linud 412/Bharata Eka Sakti

- Kasi-2/Ops Korem 083/Baladhika Jaya (2007-2008)

- Danyonif 500/Raider (2008-2009)

- Dansatdik Sussarcab Pusdikif Pussenif (2009-2010)

- Kasbrigif 13/Galuh (2010—2012)

- Danbrigif 6/Trisakti Baladaya (2012—2013)

- Kadep Teknik Akmil (2013—2014)

- Asops Kasdam IX/Udayana (2014—2015)

- Danrem 044/Garuda Dempo (2016—2018)

- Danpuslatpur Kodiklatad (2018—2019)

- Danrem 032/Wirabraja (2019—2020)

- Kasdam III/Siliwangi (2020—Sekarang)

Sekilas Ayah Nora Tristyana, Try Sutrisno

Sama seperti sang anak, Jenderal (Purn) Try Sutrisno juga memulai karir militernya setelah menyelesaikan penddikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD).

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 15 November 1935.

Ayahnya, Subandi adalah seorang sopir ambulans, sedangkan ibunya, Mardiyah adalah seorang ibu rumah tangga.

Seperti dilansir dari Tribunnews Wiki dalam artikel 'Try Sutrisno'

Try Surtrisno menamatkan pendidikan dasar dan menengahnya di Surabaya. Setelah tamat dari SMP 2 Surabaya, ia kemudian melanjutkan ke SMA 2 Surabaya.

Pada usia 13 tahun, ketika Belanda kembali dan melakukan agresi militer, ia ingin bergabung dengan Batalyon Poncowati untuk ikut berperang.

Namun karena tidak ada yang menganggap keinginan Try serius, maka ia hanya dipekerjakan sebagai kurir.

Tugasnya adalah mencari informasi ke daerah-daerah yang diduduki oleh tentara Belanda serta mengambil obat untuk Angkatan Darat Indonesia. Hingga pada 1949, Belanda akhirnya dapat dipukul mundur.

Setelah sebelumnya harus pindah ke Mojokerto karena serangan Belanda itu, setelah mundurnya Belanda Try dan keluarganya akhirnya kembali ke Surabaya. Di sana Try melanjutkan sekolahnya dan berhasil tamat dari SMA di usianya yang ke-21.

Lulus dari SMA, Try Sutrisno kemudian melanjutkan Pendidikan ke Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad). Pendidikan militernya di Atekad selesai pada tahun 1959.

Riwayat Karier:

- Ajudan Presiden Suharto (1974)

- Kepala Staf KODAM XVI/Udayana (1978)

- Panglima KODAM IV/Sriwijaya (1979)

- Panglima KODAM V/Jaya (1982)

- Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (1985)

- Kepala Staf Angkatan Darat (1986)

- Panglima ABRI (1988)

- Wakil Presiden (1993-1998)

Sebagian artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Rekam Jejak Irjen Firman Santyabudi Putra Mantan Panglima ABRI, Sukses Redam Konflik 2 Desa di Jambi dan Biodata Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo Putra Mantan Panglima ABRI Try Sutrisno, Jadi Jenderal TNI AD.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul PROFIL Putri Wapres Try Sutrisno Ternyata Dokter Gigi, Istri Jenderal TNI Mantan Menteri Pertahanan, 

Editor: Rohmayana
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved