Breaking News:

Berita Tanjabtim

Buaya Kerap Muncul ke Permukiman Warga Teluk Dawan, Memaksa Yadi Mengenang Kejadian 8 Tahun Silam

Meski sudah sering menampakkan diri, namun keberadaan buaya di sungai teluk dawan tersebut sudah cukup menghawatirkan. Terlebih kasus serangan buaya k

ist
Kemunculan Buaya Kerap Mendekati Permukiman, Memaksa Yadi Mengenang Kejadian 8 Tahun Silam 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Warga Kelurahan Teluk Dawan kembali digegerkan dengan kemunculan buaya muara berukuran cukup besar, dengan kondisi tersebut warga merasa waswas.

Meski sudah sering menampakkan diri, namun keberadaan buaya di sungai teluk dawan tersebut sudah cukup menghawatirkan. Terlebih kasus serangan buaya kini kerap terjadi.

Yadi Putra, merupakan anak yang pernah menjadi korban serangan buaya pada 2008 silam masih menyisakan trauma mendalam.

Baca juga: Sempat Turun, Harga TBS Kelapa Sawit Provinsi Jambi Naik Lagi

Baca juga: Awal Maret Beberapa Wilayah Ini Berpotensi Mudah Terbakar, Layanan Kedaruratan Siap Membantu

Baca juga: Beberapa Wilayah di Provinsi Jambi Ini Berpotensi Timbul Hotspot, Masyarakat Diimbau Waspada

Yadi masih teringat jelas saat diseret oleh buaya berukuran besar, saat berada di tepian aliran sungai teluk dawan.

"Alhamdulillah berkat aksi heroik ibu saya yang terjun ke air untuk menyelamatkan saya dari terkaman buaya, sehingga nyawa sayapun dapat terselamatkan," ujarnya, Minggu (28/2/2021).

"Waktu itu saya masih berusia 12 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar, meski kejadiannya sudah berlangsung lama namun saya mengaku masih trauma akan kejadian tersebut," ujar Yadi mengenang.

Lanjutnya, sebelum peristiwa nahas tersebut terjadi dirinya tengah mengambil air di tepian sungai untuk menyiram kembang. Hingga dengan brutal datang seekor buaya menyerang dan menyeretnya hingga 15 meter.

"Sampai sekarang kalo dekat pinggir sungai saya masih trauma," ujarnya.

Sementara itu, Usman ketua rt 04 yang juga merupakan orang tua Yadi berharap kepada pemerintah daerah ataupun pihak-pihak terkait agar segera mencarikan solusi, untuk wilayah pemukiman penduduk sekitar yang berdampingan langsung dengan habitat buaya buaya.

"Paling tidak warga menginginkan agar pemerintah bisa membangun turap, sebagai pembatas sehingga ketika terjadi banjir pemukiman masyarakat tidak terendam dan serangan buaya yang mengintai bisa lebih diantisipasi jika sudah ada pembatas," tandanya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved