Breaking News:

Editorial

Senjata Api di Tangan yang Tepat

Dua orang pegawai kafe dan satu lagi anggota TNI yang menjadi petugas keamanan di tempat itu. Mereka jadi korban penembakan oknum anggota polisi.

pixabay.com
Ilustrasi 

Ulah oknum polisi koboi, Bripka Cs menghentak kita semua. Di tempat umum, yakni kafe ia menembak mati tiga orang. 

Dua orang pegawai kafe dan satu lagi anggota TNI yang menjadi petugas keamanan di tempat itu. Mereka jadi korban penembakan oknum anggota polisi.

Sesungguhnya banyak deretan kasus serupa.

senjata api disalahgunakan oleh oknum anggota polisi.

Bahkan bila kita lihat ke belakang, ada yang nekat bunuh diri dengan senjata yang notabenenya dibeli dari uang Negara itu.

Polisi yang sejatinya memberi keamanan, justru memunculkan “teror”. Polisi pun bertindak cepat. Polisi menetapkan Bripka Cs sebagai tersangka dan dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Bahkan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan Surat Telegram Rahasia (STR) menyusul insiden penembakan itu.

Instruksi itu tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (STR) bernomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 yang ditandatangani oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri per 25 Februari 2021.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono bilang surat itu bertujuan menghindari kejadian serupa terulang kembali.

Ada 5 poin intruksi yang dikeluarkan Kapolri. Fokusnya terkait penindakan tegas terhadap Bripka CS yang terlibat dalam kejadian penembakan tersebut.

Halaman
12
Editor: Deddy Rachmawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved