Pembunuhan di Prabumulih, Tukang Gali Sumur Bunuh Teman Gara-gara Kesal Istri Kerap Ditelepon

Pembunuhan di Prabumulih, Tukang Gali Sumur Bunuh Teman Gara-gara Kesal Istri Kerap Ditelepon

Editor: Heri Prihartono
ist
ILUSTRASI Penganiayaan (Shutterstock/Kompas.com) Pembunuhan di Prabumulih, Tukang Gali Sumur Bunuh Teman Gara-gara Kesal Istri Kerap Ditelepon 

"Dia beberapa kali nelpon istri saya, saya syok mendapati rekaman percakapan di HP istri. Lalu setelah dikasih tahu korban ini mengakui sering menelpon istri saya, bukannya meminta maaf malah dia nantang kalau saya sering nelepon istri kamu emangnya mau apa, begitu katanya, saya kesal," ujar tersangka ketika diwawancarai.

Menel yang sehari-hari aktifitasnya sebagai penggali sumur itu menuturkan, saat itu dirinya diam dan kemudian saat korban sedang tidur di pondoknya pelaku langsung menghajar korban mengunakan kayu balok sepanjang setengah meter ke kepala korban sebanyak satu kali.

Setelah itu pelaku menganiaya korban di bagian kepala dan dada dengan menggunakan kedua tangannya secara berulang kali.

"Saat saya mau pergi korban terbangun dan saya pukul lagi berulang kali sampai berdarah dari mulut, lalu saya ambil motornya dan pergi. Saat saya tinggalkan korban masih bernafas, tidak tahu kalau ternyata meninggal," ujarnya seraya menuturkan kenal korban saat dirinya pindah ke Prabumulih.

Tinggalkan Anak Semata Wayang

Mayat korban ditemukan di atas kasur pondok kebun cabe tempatnya bekerja, Senin (28/12/2020).

Jenazahnya tersebut ternyata adalah Jailani (40) warga Jalan Pelangi RT 11 RW 01 Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.

Korban kondisinya dalam keadaan mengalami luka remuk di bagian kening kepala dengan tiga bekas pukulan benda tumpul dan luka di bagian bibir.

Tidak hanya luka tersebut, saat ditemukan motor Honda Beat korban hilang diduga dibawa kabur pelaku.

Jenazah pertama diketahui oleh Adil Humaini alias Padli (13) yang merupakan anak semata wayang korban.

Berdasarkan informasi berhasil dihimpun Tribunsumsel.com, ditemukannya jenazah bermula ketika paman korban yakni Zulkifli (50) menelpon korban untuk mengajak meracun rumput.

 Zulkipli kemudian menemui Padli anak korban di rumah orang tua angkatnya Sudar (50) di Jalan Padat Karya Gunung Ibul.

Zulkipli meminta anak korban telpon ayahnya. Lalu Padil menuju pondok kebun dan menggedor pintu hingga beberapa kali namun tidak ada jawaban dari dalam pondok.

Karena curiga, Padil lalu mendobrak dan mendapati ayahnya dalam keadaan penuh darah di atas kasur rumah.

"Jadi saya nelpon korban untuk mengajak bekerja semprot kebun tapi tidak diangkat, lalu saya ke tempat anaknya dan anaknya ke kebun untuk memastikan," kata Zulkifli ketika diwawancarai di kamar mayat RSUD Prabumulih.

Halaman
123
Sumber: Tribun Sumsel
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved