Banjir Jakarta
Pemprov DKI Jakarta Bandingkan Pengungsi Banjir Jakarta Era Ahok vs Anies : 'Data 2016-2019 Kemana?'
Pemprov DKI Jakarta memposting Banjir Jakarta dalam Angka dari tahun ke tahun melalui akun Twitter @DKIJakarta. Ini perbandingannya.
Siaga I pada 2013 terjadi di 15 Januari 2013 dengan durasi siaga kurang lebih satu jam. Sementara pada 2014, durasinya 59 menit.
Pada tahun 2018, durasi siaga I selama 4 jam (240 menit).
Di tahun 2019 siaga 1 pada tgl 25 April 2019 berlangsung beberapa kali.
Tahap 1 durasi 30 menit terjadi pada pukul 20.30, kemudian tahap 2 pada pukul 22.30 sampai dengan 23.55, air naik lagi ke status siaga 1 dengan durasi 1 jam 25 menit. Dampaknya, bisa dilihat dari jumlah pengungsi.
Tahun 2013 ada 599 RW terdampak banjir dengan 90.913 pengungsi dan 40 korban jiwa.
Sepanjang 2014, ada 688 RW yang terendam dengan jumlah pengungsi mencapai 167.727.
Ada 23 korban meninggal.
Pada 2018, banjir kembali terjadi di 217 RW dengan jumlah pengungsi 15.627 dan korban jiwa satu orang meninggal.
Sementara pada 2019, banjir parah terjadi pada 26 April 2019 membuat 2.258 orang mengungsi dan dua orang meninggal dunia.
Pengungsi Berkurang di Era Ahok
Lalu bagaimana dengan banjir di era Ahok?
Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI dari November 2014 hingga Mei 2017.
Dilihat dari jumlah pengungsi, banjir pada 2015 lebih banyak pengungsinya. Jumlah pengungsi pada 2015 mencapai 45.813.
Padahal, bendung Katulampa hanya siaga III dengan ketinggian 100 sentimeter.
Namun di tahun berikutnya, yakni 2016 dan 2017, dampak banjir berkurang drastis.
Kondisi Katulampa dari 2015-2017 hanya bertahan di siaga III dengan ketinggian tak lebih dari 150 sentimeter.