Berita Internasional
Makin Serius Perang dengan China, Taiwan Ganti Menteri Pertahanannya Demi Rancang Strategi Perang?
China dan Taiwan sudah siap angkat senjata demi memperjuangkan hak yang bagi kedua negara ini menjadi prioritas.
TRIBUNJAMBI.COM - China dan Taiwan sudah siap angkat senjata demi memperjuangkan hak yang bagi kedua negara ini menjadi prioritas.
Bisa dikatakan, kian hari hubungan China dan Taiwan memang terus memanas.
Hal itupun disebut sebagai keputusan akhir untuk mengetahui siapa yang bakal menang dan mendapatkan apa yang diperjuangkan China dan Taiwan.
Baca juga: NYATA Ancaman Perang AS ke China, Joe Biden Peringatkan Tiongkok Jangan Macam-macam di Pasifik
Baca juga: India Bunuh Empat Tentara China di Perbatasan, Perang Sesungguhnya Bakal Pecah?
Baca juga: China Marah Besar Gegara Taiwan, Pakar Buka-bukaan, Beri Peringatan Waspada Pada Dunia
Meski kedua negara sudah menjalankan upaya diplomasi, namun kemungkinan perang tetap tak bisa dihindari.
Kini Taiwan dikabarkan telah mengambil keputusan cukup mengejutkan bukan hanya bagi China tapi bagi publik dunia.
Hal ini jadi yang pertama kalinya, negara tersebut melakukan pergantian menteri hanya ditujukan untuk merancangkan strategi perang.
Bahkan tugas itu yang dibebankan pada menteri Pertahanan terbaru dari Taiwan tersebut dan mengesampingkan tugas lainnya.
Taiwan, Jumat (19/2), telah mengumumkan perombakan pejabat keamanan senior mereka termasuk menteri pertahanan untuk membantu meningkatkan modernisasi militer dan upaya intelijen militernya.
Juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan Xavier Chang mengatakan, Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Chiu Kuo-cheng, yang lulus dari US Army War College pada 1999, akan segera menggantikan langsung Yen De-fa sebagai menteri pertahanan.
Menurut Chang, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengharapkan, Chiu bisa dengan mudah menyelesaikan tahap berikutnya dari reformasi militer, termasuk perencanaan untuk "perang asimetris".
"Dengan fokus pada senjata mobile berteknologi tinggi untuk membuat serangan China sesulit mungkin," ujarnya kepada wartawan, Jumat (19/2), seperti dikutip Reuters.
Perang asimetris maksudnya: perang antara dua pihak dengan kekuatan yang tidak seimbang, serta dengan pola yang tidak beraturan dan bersifat tidak konvensional.
Sementara posisi lama Chiu sebagai kepala intelijen bakal segera digantikan Chen Ming-tong, yang sekarang menjabat Kepala Dewan Urusan Daratan.
Baca juga: Promo Giant Hari Ini 21 Februari 2021, Harga Spesial Hemat Hingga 40%
Baca juga: Peruntungan SHio Harian 22 Februari 2021 Lengkap, Kuda dan Kambing Kurang Beruntung
Baca juga: Promo KFC Hari Ini 21 Februari 2021, KFC Burger Mulai Rp 10 ribuan Promo Big Deal Dari Rp54.545
"Tugas paling penting dari Biro Keamanan Nasional adalah memahami dan memiliki pemahaman China," ujar Chang.
China semakin meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/taiwan-lakukan-latihan-militer.jpg)