Berita Viral
Bos Pertamina Sedih, Lihat Warga Desa Borong Mobil Usai Dapat 'Uang Kaget', Warga Terancam Miskin
Perilaku warga Tuban itu jadi sorotan usai ramai-ramai membelanjakan uangnya untuk membeli mobil.
Sementara itu, proses pengerjaan proyek pembangunan kilang minyak masih dalam tahap awal.
Hal yang dilakukan seperti pembersihan lahan atau clearing.
Menurutnya, warga sekitar khususnya para penggarap lahan diharapkan bisa bergabung serta mendapatkan pekerjaan melalui padat karya tersebut.
"Kalau punya lahan kan punya duit banyak nih, namun penggarapnya kan kasihan," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Sumurgeneng Gihanto mengatakan, sebanyak 840 kepala keluarga (KK) di desanya, 225 diantaranya menjual tanah mereka ke Pertamina.
Tanah itu dijual untuk pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR) yang merupakan hasil dari kerja sama Pertamina dengan perusahaan asal Rusia, Rosneft.
PT Pertamina juga menghargai tanah warga dengan harga fantastis dan lebih tinggi dari biasanya, sekitar Rp 600.000 sampai Rp 800.000 per meter.
Baca juga: Setelah Viral, Kini Kampung Miliarder Tuban Digeruduk Sales dari Luar Kota, TNI Polri Siaga 24 Jam
Baca juga: Emak-emak di Magelang Gelar Syukuran Al dan Andin Ikatan Cinta Batal Cerai, Fakta Arya Saloka
Baca juga: Sejarah Terburuk Liverpool Dalam 98 Tahun, Liverpool 4 Kali Kalah Beruntun di Kandang Sendiri
Rata-rata, warga telah mendapat uang sebanyak Rp 8 miliar dari penjualan tanah tersebut.
Gihanto menjelaskan, rerata para warga memiliki empat hektare lahan dan mendapat uang sebesar Rp 26 miliar.
Bahkan total dari penjualan tanah mereka, sudah ada 176 mobil yang diborong warga desanya menggunakan uang ganti untung tersebut.
(Hamim/Kompas.com)
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
Artikel ini telah tayang di SOSOK.ID