Breaking News:

Cerita Pelaku Pembunuhan Terapis Pijat, Melihat Sosok Korban di Atas Pohon Sambil Menangis Kesakitan

Pelakunya sudah tertangkap atas nama M Irwanto (25) warga Dusun/Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Korban yang dibantai bernama Santi

ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Kasus pembunuhan terapis pijat tradiosional (Pitrad) di rumah pijat Berkah, Dusun/Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Kamis (4/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB Silam Sudah Berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

Pelakunya sudah tertangkap atas nama M Irwanto (25) warga Dusun/Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Korban yang dibantai bernama Santi (35) asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Pelaku juga diberi hadiah berupa dua pelor panas ke betis kanan dan kiri tersangka.

Karena saat diringkus di tempat persembuyiannya di wilayah Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/02/2021) kemarin, berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

Baca juga: Berhasil Meretas Database Kejagung RI, Anak Dibawah Umur ini Jual Data Pegawai Seharga Rp 400 Ribu

Baca juga: Ingin Dalami Dunia Internet, Anak Dibawah Umur ini Diduga Retas Situs Kejaksaan Agung RI

Baca juga: Sebagai Bentuk Melawan Kudeta, Warga Myanmar Lakukan Ritual dan Menyantet Para Militer

Dihantui Suara Korban

Pria Jombang mengaku selama buron di tempat persembunyiannya dia sering dihantui korban seperti suara wanita yang menangis kesakitan di atas pohon.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Rahmawati Laila, mengatakan tersangka kabur usai membunuh korbannya bernama Santi (35) asal Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk yang merupakan pekerja terapis pijat tradisional di rumah pijat Berkah pada Kamis (4/2/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.

Tersangka menggadaikan motor Honda Beat berharga Rp 1 juta untuk ongkos selama buron di luar kota.

Tersangka sempat bersembunyi di daerah Jakarta namun kehabisan ongkos untuk biaya hidup sehingga dia kembali pulang ke Jombang.

"Tersangka berada di Magetan kemudian ke Jakarta karena dirasa kurang membawa uang Rp 1 juta akhirnya kembali pulang ke Jombang," ungkapnya di Mapolres Mojokerto Kota, Jumat (19/2/2021).

Halaman
1234
Editor: Muuhammad Ferry Fadly
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved