Breaking News:

Berita Kriminal

2 Warga Jambi Ditangkap Sebagai Pemodal Ilegal Drilling, Sigit Dani: Rp 70 Triliun untuk Restorasi 

2 Warga Jambi ditangkap Ditreskrimsus Polda Jambi, karena sebagai sebagai pemodal aktifitas ilegal drilling di sejumlah

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
tribunjambi/aryo tondang
Satgas ilegal drilling gelar jumpa pers ungkap kasus, (16/2/2021). 2 Warga Jambi Ditangkap Sebagai Pemodal Ilegal Drilling, Sigit Dani: Rp 70 Triliun untuk Restorasi  

2 Warga Jambi Ditangkap Sebagai Pemodal Ilegal Drilling, Sigit Dani: Rp 70 Triliun untuk Restorasi

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Aryo Tondang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - 2 Warga Jambi ditangkap Ditreskrimsus Polda Jambi, karena sebagai sebagai pemodal aktifitas ilegal drilling di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi.

Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dani mengatakan, 2 warga Jambi itu, SH dan RM.

Saat ini keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka, dan menjalani pemeriksaan di Mapolda Jambi.

SH dan RM, merupakan, dua dari 79 tersangka ilegal dariling yang diamankan oleh satgas ilegal drilling, sejak periode 3 Januari 2021 hingga 16 Februari 2021 saat ini.

Baca juga: Satgas Ilegal Driling Polda Jambi Periksa 79 Tersangka, 170 Ton BBM dan 67 Truk Diamankan

Kabar Kurang Mengembarikan, Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Jambi Terus Menurun

Trailer Ikatan Cinta 16 Februari 2020, Andin Ngamuk Difitnah Elsa, Aldebaran Langsung Lakukan Ini

Sigit Dani menjelaskan, SH dan RM berperan untuk memberikan dana, sarta sarana dan prasarana untuk menjalankan aktifitas ilegal driling tersebut.

"Benar, sejauh ini kita amankan dua warga Jambi, sebagai pemodal ilegal driling. Pelaku RM kita tangkap di wilayah Malang beberapa waktu lalu," kata Sigit Dani, Selasa (16/2/2021).

Dari keterangan Sigit Dani, jika ingin melakukan restorasi lingkungan, akibat kerusakan yang ditimbulkan aktifitas ilegal driling tersebut, akan memakan jumlah rupiah yang besar, yakni mencapai Rp 70 triliun.

"Memang ada penelitian, bahwa jika untuk melakukan restorasi akibat ilegal driling ini, mencapai Rp 70 triliun, dan itu tidak sebanding dengan keuntungan yang diambil oleh para pelaku ilegal driling ini," ujarnya.

Saat ini, kondisi lingkungan, tanah, air di kawasan ilegal driling tersebut menimbulkan kerusakan jangka panjang.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved