Breaking News:

Rocky Gerung Langsung Sindir Begini Setelah Beredar Foto Jokowi Bareng Abu Janda dan Denny Siregar

Selain Presiden Jokowi dan Moeldoko, tampak beberapa orang dengan wajah yang tidak asing lagi. Mereka di antaranya Denny Siregar

kolase
Rocky Gerung dan Presiden Jokowi 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah foto menunjukkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikelilingi dengan beberapa influencer di Istana Bogor, Jawa Barat. Foto Bareng tersebut beredar dan viral di media sosial Twitter.

Selain Presiden Jokowi dan Moeldoko, tampak beberapa orang dengan wajah yang tidak asing lagi. Mereka di antaranya Denny Siregar, Permadi Arya atau dikenal dengan Abu Janda, dan Eko Kuntadhi.

Adapun Foto Bareng tersebut diketahui diunggah di media sosial oleh akun bernama @EnggalPMT.

"Susunan Kabinet Kolam Butek. Dibiayai oleh APBN dengan judul siluman," cuit @enggalPMT dalam akun Twitter pribadinya yang dikutippada Minggu (14/2/2021).

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Rocky Gerung menyindir soal adanya buzzer politik.

Baca juga: Jokowi Minta Kritik, Fahri Hamzsh Ungkap Momen saat Pemberian Bintang Mahaputera, Apa Sih Maknanya?

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN BRI untuk Lulusan S1 hingga S2, Simak Persyaratannya

"Saya mau lihat bahwa yang digambarkan semacam peternakan politik, karena berjajar di situ ternak. Jadi ada peternakan buzzer dan wajah-wajah di belakang Presiden, Moeldoko, segala macam, itu wajah yang terlihat feodalistik," di channel youtube Rocky Gerung Official.

Rocky Gerung menyebut buzzer adalah perbudakan politik.

"Nah ini yang saya sebut perbudakan. Buzzer itu perbudakan politik. Foto itu foto para budak politik yang bersembunyi tapi ditemukan juga," tambahnya.

Mantan dosen UI ini juga menyebut adanya simbiosis antara buzzer dan kekuasaan.

"Ini bertemu simbiosis politik antara pengasuh budak dengan budak politik. Ini yang akan diingat orang. Indonesia pernah mengalami perbudakan padahal perbudakan peristiwa di Amerika berakhir 200 tahun lalu. Demokrasi tidak mengehendaki perbudakan tapi kesetraaan informasi," pungkasnya.

Halaman
123
Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved