Berita Batanghari
Ruslaida, Warga Batanghari Tenggelam di Sungai Batang Tembesi, Hingga Kini Belum Ditemukan
Perempuan paruh baya asal Desa Jelutih Kecamatan Batin XXIV, Ruslaida (55) dikabarkan tenggelam pada Jumat (12/2/2021) kemarin, sekira pukul 12.00 Wib
Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Tim Basarnas Jambi dan Tim BPBD Batanghari memperluas pencarian Ruslaida (55) yang tenggelam di Sungai Batang Tembesi.
"Kami memperluas pencarian, semula pencarian menggunakan perahu karet sepanjang 5 km, sekarang direncanakan menjadi kurang lebih 10 km hingga sampai ke Desa Luncuk," kata M Azhari, Ketua Tim Pencarian BPBD Batanghari kepada Tribunjambi, Sabtu (13/2/2021) melalui sambungan seluler.
Perempuan paruh baya asal Desa Jelutih Kecamatan Batin XXIV, Ruslaida (55) dikabarkan tenggelam pada Jumat (12/2/2021) kemarin, sekira pukul 12.00 Wib.
Baca juga: VIDEO Viral Aksi Rombongan Moge di Bogor Lolos Pemeriksaan Ganjil Genap dan Rapid Antigen
Baca juga: Hadapi PON XX di Papua, Dispora Provinsi Jambi Bakal Laksanakan Pelatda
Baca juga: Arti Imlek di Masa Pandemi Covid-19 Bagi Christina Milenial Jambi: Dijadikan untuk Saling Mendoakan
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjambi, bahwa korban ini ada riwayat penyakit epilepsi. Dari Pengakuan keluarga kepada petugas pencarian bahwa korban memang sering pergi ke sungai, bahkan dalam sehari bisa sampai empat hingga lima kali.
"Korban yang jatuh ke sungai memang tidak ada yang menyaksikan, namun kita hanya merujuk kepada kebiasan-kebiasan korban yang sering kali ke sungai," ujar Azhari.
Oleh karena itu, kata Azhari belum diketahui kronologi kejadian tersebut.
Sejauh pencarian belum ada tanda-tanda ditemukannya korban. Hingga pencarian melibatkan Tim Basarnas Jambi yang melakukan penyisiran sepanjang 5 km sejak tadi pagi dan kini, sampai sore hari belum juga membuahkan hasil.
"Bahkan, kita telah menyisiri hingga ke Simpang Jelutih dan nantinya direncanakan sampai ke Desa Luncuk,"
"Tim Basarnas lima orang dan BPDB enam orang, dua perahu karet yang dikerahkan dibantu juga perahu masyarakat yang ikut pencarian," katanya.
Kendala yang ditemukan katanya debit air Sungai Batang Tembesi saat ini meningkat naik, dugaannya air kiriman dari daerah hulu yang saat ini sedang mengalami hujan.
"Di lokasi kita pakai sistem estafet tiga orang, tiga orang,” pungkasnya.