Berita Bungo
Sistem Pembelajaran Tatap Muka di Bungo Dilakukan Secara Gelombang dan Prokes Ketat
Kepala Dinas Pendidikan Bungo, Masril menyebutkan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan telah diberlakukan sejak awal ta
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABUNGO - Di tengah pandemi Covid-19, sistem pembelajaran di Kabupaten Bungo diberlakukan secara gelombang (shif) dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Kepala Dinas Pendidikan Bungo, Masril menyebutkan sistem pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan telah diberlakukan sejak awal tahun ajaran baru 2020/2021.
Dalam menjalankan tatap muka tersebut, dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Bungo memiliki kebijakan tersendiri untuk memutus mata rantai Covid-19 dalam proses pembelajaran.
• Pemkot Support Pelaksanaan Long Form SP 2020
• Suasana Haru Pemakaman Maaher At-Thuwailibi, Yusuf Mansur Usap Kepala Putra Almarhum Tuai Sorotan
• Perayaan Imlek 2572 di Kota Jambi Dirayakan Virtual dan Tanpa Ampau
"Bila sekolah yang terindikasi Covid-19 baik guru atau siswa maka kita liburkan sampai yang terkonfirmasi itu negatif untuk masuk kembali," ujarnya.
Untuk itu juga pihak sekolah diminta untuk melakukan koordinasi dengan pihak kesehatan setempat, seperti Puskesmas.
Hal juga telah diberlakukan kepada tiga sekolah dasar yang sebelumnya ada terkonfirmasi covid-19. Hingga saat ini satu sekolah telah masuk kembali. Sementara dua sekolah dalam tahap penyembuhan.
"Satu orang warga sekolah yang terindikasi Covid-19, sekolah langsung kita liburkan. Langsung koordinasi dengan dinas kesehatan setempat," katanya.
Sementara metode pembelajaran, Masril mengungkapkan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah. Sebab yang mengetahui kondisi sekolah adalah pihak sekolah itu sendiri.
"Kita serahkan kepada sekolah untuk mengatur secara shif dan untuk mematuhi protokol kesehatan," katanya.
Untuk jaga jarak (phisical distancing), sekolah diminta untuk memberikan jarak sekitar 1,5 meter. Sehingga jumlah siswa yang ada dalam kelas tersebut tidak masuk secara bersamaan. Sebab ruangan tidak akan muat dengan jumlah siswa dengan menerapkan jarak tersebut.
"Dengan jaga jarak itu siswa proses belajar mengajar diatur secara shif. Itu boleh masuk satu hari, satu hari tidak, itu sekolah yang menentukan," ungkapnya.
Sementara yang libur tersebut, bukan berarti siswa sedang liburan. Melainkan sekolah memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.
Sejauh, metode tersebut telah berjalan dengan lancar dan diterapkan secara penuh oleh masing masing sekolah.
Sementara Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Muara Bungo, Tarmizi menyebutkan pihaknya telah menerapkan anjuran dari Disdik Bungo, yakni menerapkan protokol kesehatan dengan sistem shif.
Dari jumlah siswa sebanyak 924 orang dibagi dua, sehingga dalam satu ruang belajar hanya diisi sebanyak 18 orang.