Selain Mitos Seram Jalan Daendels, 7 Rute Ini Juga Terkenal Penuh Hal Mistis (Bag 1)
Mitos seram dibalik pembuatan jalan Daendels Anyer-Panarukan maish berkembang hingga saat ini. Pembuatan jalan ini dilakukan dengan cara membobol buk
Penulis: Suci Rahayu PK | Editor: Suci Rahayu PK
Sekarang, cerita itu sudah berubah. Sekarang sudah dibangun jalan baru. Ada jalur alternatif jika pengendara ingin menuju Semarang atau sebaliknya menuju Jakarta. Ada dua jalan tembus yang dibangun tahun 1990-an dan 2000-an.
Bukan hanya cerita angker saja, jalan raya Alas Roban pernah dikenal rawan tindak kejahatan. Jalur yang berliku dan panjang membuat pengendara takut melewati jalan tersebut sendiri jika malam hari.
Banyak penjahat mulai dari begal sampai bajing loncat. Saking rawannya, kendaraan yang melintas malam hari tidak berani.
Untuk kendaraan yang datang dari arah timur Semarang berhenti di depan Pasar Plelen. Sementara dari arah barat Jakarta, istirahat di Banyuputih.
2. Jalan Raya Tjampuhan (Bali)

Ada kisah mistis yang dialami salah satu masyarakat di Bali, tepatnya di Ubud di Jalan Raya Tjampuhan. Jadi begini kisahnya
Jalan Raya Tjampuhan memang terkesan sangat seram dan angker karena jalan tersebut selalu gelap karena adanya pepohonan rimbun di atas jalan ini, dan yang lebih membuat kesan mistisnya kental adalah karena adanya setra (kuburan) yang berada tepat di atas jalan raya Tjampuhan.
Di daerah Tjampuhan ini memang banyak terjadi hal-hal yang janggal dan masih menjadi misteri sampai sekarang. Jalan Raya Tjampuhan memiliki penghubung jalan berupa jembatan yang sangat dikenal dengan jembatan gantungnya.
Kita tidak akan membahas jembatan ini, melainkan tentang satu-satunya sekolah yang berada disana, yang menjadi awal cerita ini berasal.
Sebut saja namanya Dewi, seorang murid SMK yang bersekolah di sekolah tersebut. Kegiatan yang dia lalui biasa saja, semua dari dia memang biasa.
Namun, suatu hari maut menjemputnya dengan cara tidak biasa. Pada saat Sinta berangkat ke sekolahnya siang itu dengan sepeda motornya, seperti hari-hari biasa, dia melewati jalan itu dengan santainya sampai tiba-tiba jatuh, tanpa disadari sebuah mobil yang hendak dia lewati membuka pintu dengan sendirinya.
Sinta yang terpental dan jatuh, ditabrak oleh kendaraan yang melintas tanpa sadar. Tubuh Dewi yang sudah tidak dapat bergerak dikerubungi masa dan dilarikan ke Rumah Sakit.
Di Bali ada sebuah kepercayaan, ada kalanya dimana kematian seseorang yang tubuhnya belum diaben atau minimal di upacarai akan menarik perhatian orang-orang yang berkekuatan mistis, atau orang yang meninggal secara tidak wajar dan belum di upacarai maka arwahnya akan tetap berada di tempat terakhir dia menghembuskan nafas terakhirnya.
• Ikatan Cinta 8 Februari 2021: Saking Cintanya Al Sampai Berhalusinasi Tentang Andin, Elsa Diteror
Selang beberapa hari setelah kejadian tersebut, masyarakat Ubud mengikuti upacara Ngiring, Ngiring adalah upacara dimana kita menghantarkan para Dewa-Dewi dari satu Pura ke Pura lain.
Saat Ngiring, dimana waktu itu menuju ke Pura yang berada pas di bawah jembatan atau tepatnya di samping sekolah itu, timbul kabar setelah upacara itu yang mengatakan bahwa Dewi ikut pula menghadiri upacara tersebut dan dia tengah terduduk sendirian memakai pakaian adat berwarna putih di tempat kejadian mengerikan itu terjadi.