Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hormatilah Ayah dan Ibumu

Bacaan ayat: Keluaran 20:12 (TB) - "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu".

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Hormatilah Ayah dan Ibumu

Bacaan ayat: Keluaran 20:12 (TB) - "Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu".

Oleh Pdt Feri Nugroho

Pdt Feri Nugroho
Pdt Feri Nugroho (Instagram @ferinugroho77)

Dalam banyak budaya, menghormati orang tua menjadi sebuah keharusan.

Seseorang yang tidak menghormati orang tuanya dinilai sebagai anak yang durhaka.

Penghormatan kepada orang tua, secara manusiawi didasarkan pada pemahaman bahwa melalui mereka kita ini bisa ada.

Dari sejak kelahiran hingga menjadi dewasa, orang tua lah yang merawat dan memelihara sedemikian rupa, tanpa pamrih.

Para orang tua telah bekerja keras sedemikian rupa, membanting tulang demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya.

Orang tua mempunyai pengharapan bahwa anaknya akan mempunyai masa depan yang baik jika sudah dipersiapkan sedemikian rupa sejak usia dini.

Renungan Harian Kristen - Memberitakan Kabar Baik, Injil!

Maka sudah sewajarnya jika para anak menghormati keberadaan orang tuanya.

Anak pada posisi berterima kasih atas kebaikan pemeliharaan yang dilakukan orang tuanya.

Memang tidak bisa dihindari banyak kasus terjadi, orang tua yang menelantarkan anaknya.

Namun itu tidak menghapus kebenaran umum bahwa anak tetap harus menghormati orangtuanya.

Dalam pemahaman lebih dalam, dalam kepercayaan tertentu, orang tua berada pada posisi yang sangat mulia.

Bahkan setelah matipun, masih dipahami bisa berhubungan dengan anak-anaknya yang masih hidup.

Pemujaan kepada arwah leluhur menjadi bukti bahwa orang tua sangat dipuja, diklaim memiliki kemampuan untuk menolong memberikan berkah bagi mereka yang hidup.

Umat Allah di Perjanjian Lama juga mendapatkan perintah yang sama untuk menghormati orang tuanya.

Apakah ini sama dengan pemahaman umum yang terjadi disekitar kita?

Dalam kesatuan sepuluh hukum Tuhan, ketaatan kepada hukum tersebut didasarkan pada tindakan Allah yang telah menyelamatkan umat dengan membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir.

Hukum diberlakukan dalam rangka ucapan syukur kepada Tuhan yang telah berkarya dalam kehidupan mereka.

Sebagai ucapan syukur, maka setiap perintah didasarkan pada kesadaran akan adanya tindakan Allah dalam hidup, termasuk kesadaran akan cara Allah yang ajaib dalam menghadirkan kehidupannya.

Renungan Harian Kristen - Lawanlah Godaan, Selalu Bertekun Dalam Doa

Orang tua dipakai Allah sebagai alat untuk menghadirkan kehidupan bagi seorang anak.

Jika Adam dibentuk dari debu tanah dan ditiupkan nafas kehidupan, kemudian menjadi mahkluk yang hidup; dan Hawa dari tulang rusuk Adam, maka manusia berikutnya diciptakan Allah melalui perjumpaan sel sperma dan ovum dalam rahim dan jadilah kehidupan yang bertumbuh, lahir sebagai seorang manusia.

Maka sudah sewajarnya, jika menghormati orang tua, menjadi sesuatu yang alamiah dan seharusnya terjadi dalam kehidupan setiap orang.

Keberlanjutan kehidupan dengan tinggal di tanah yang diberikan Tuhan, menjadi penguat bahwa Allah menghendaki setiap generasi selalu fokus pada karya penyelamatan Allah yang telah terjadi dalam sejarah; termasuk didalamnya sejarah kehidupan secara pribadi.

Orang tua diposisikan terhormat, karena melalui merekalah seseorang ada.

Mereka adalah rekan sekerja Allah dalam menciptakan kehidupan yang terus berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Orang tua itu ajaib. Sepuluh anak sekalipun, mereka mampu besarkan dengan keyakinan bahwa anak adalah berkat dari Tuhan, maka mereka akan menjaga dan memelihara berkat tersebut sebaik mungkin.

Sayangnya, (kadang terjadi) sepuluh anak tidak mampu memelihara orangtuanya yang sudah mulai masuk usia senja.

Kesadaran akan kehadiran diri melalui orang tua, sudah cukup bagi seseorang untuk mendorongnya untuk menghormati orang tua dan menjaganya sebaik mungkin. Kita ada karena orang tua.

Tidak ada namanya mantan anak, meskipun sudah menikah sekalipun.

Sadarkah kita, di hadapan mereka, kita tetaplah seorang anak yang akan terus mereka doakan.

Jangan biarkan jarak, kemajuan zaman, kesibukan kerja, dan lain-lain; membuat kita tidak lagi hormat kepada mereka.

Ingat, melalui mereka Tuhan telah berkarya menciptakan kita. Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved