Rabu, 22 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

UMKM Jambi

VIDEO UMKM Kuliner di Jalan Pattimura Kota Jambi Ini Dagangannya Menggugah Selera

Pengamal Sholawat Wahidiya ini memang terlihat bersahaja dengan kata-katanya yang bijak dan cenderung merendah  

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Gerobak penjual bubur kacang hijau dan ketan hitam di Jalan Patimura ini terlihat ramai ketika Tribunjambi.com melintas di depannya saat hendak melakukan liputan di Simpang Rimbo

Samsulhadi pedagang bubur tersebut sedang sibuk melayani beberapa pembeli yang sedang mengantri sekitaran pukul 09.00 WIB, Jumat (5/2/2021).

Sepulang liputan sekitar pukul 10.00 lewat, antrian pembeli masih terlihat sehingga membuat Tribunjambi.com penasaran untuk menghampirinya.

Di depan loket Jatra, Tribuniambi.com memutuskan untuk putar arah dan mencoba semangkok buburnya walaupun perut sudah cukup kenyang pagi itu.

Setelah agak sepi Tribun mencoba memesan semangkuk ketan hitam sebagai penghilang penasaran. Ternyata rasa dari bubur ketan hitamnya patut diacungi jempol.

Rasa manis yang bercampur gurih dari santannya mampu menggugah nafsu makan, yang awalnya kenyang jadi terasa kurang pagi itu. Kalau tidak memikirkan bentuk badan yang semakin tambun ingin rasanya memesan satu mangkok lagi.

Rasa nikmat dari bubur pria yang biasa disapa pak de ini terletak dari tekstur ketan hitamnya yang empuk tapi tetap memiliki tekstur, sehingga ketika digigit masih terasa, namun jika ingin langsung ditelan juga tidak masalah.

Baik anak-anak maupun orang tua yang telah sepuh sangat cocok mengkonsumsi hidangan satu ini.

Saprudin satu diantara pelanggan setia bubur ini mengatakan dia hampir tiap hari membeli bubur pakde ini.

“ Dulu waktu masih mengantarkan anak ke sekolah, setiap hari saya beli. Semenjak PJJ ini hanya beberapa hari sekali,”  Ujarnya kepada Tribunjambi.com

Lebih lanjut Saprudin mengatakan rasa dari bubur ini yang membuat dia ketagihan untuk terus membeli.

Terlihat dari dua bungkusan buburnya Saprudin membeli bubur secara mix antara bubur kacang hijau dan ketan hitam.

Samsulhadi mengatakan dia sudah cukup lama berjualan di tempat tersebut walaupun tidak begitu ingat sudah berapa tahun.

“ sangking lamanya sudah memiliki beberapa pelanggan,” ujarnya merendah.

Pengamal Sholawat Wahidiya ini memang terlihat bersahaja dengan kata-katanya yang bijak dan cenderung merendah  

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved