Breaking News:

Berita Tanjabtim

Cara Tanjabtim Tentukan Kapan Waktu Dimulainya Belajar Tatap Muka atau Darinv

Dikatakan Juneidi Rahmad, Kadis Pendidikan Tanjabtim, dalam mengambil keputusan terkait KBM di masa pandemi pihaknya...

Abdullah Usman (Abdullah Usman)
Sekolah tatap muka di Tanjabtim 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Dalam mengambil keputusan terkait KBM secara langsung atau daring, Dinas Pendidikan Tanjabtim tetap Berpedoman pada Empat SK menteri, Kamis (4/2/2021)

Dikatakan Juneidi Rahmad, Kadis Pendidikan Tanjabtim, dalam mengambil keputusan terkait KBM di masa pandemi pihaknya tetap berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesesatan, Dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Nomor 03/Kb/2020- Nomor 612 Tahun 2020 Nomor Hk.01.08/Menkes/502/2020 Nomor 119/4536/Sj Tentang Perubahan Atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 440 - 880 Tahun 2020. Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Pembelajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19).

Lanjutnya, berdasarkan Pengumuman bersama 4 Menteri tentang sekolah tatap muka pada masa pandemi covid 19 tanggal 20 November 2020, bahwa Pemerintah Pusat memberikan wewenang kepada pemerintah Daerah untuk memutuskan, pembelajaran tatap muka dapat dilakukan atau tidak. 

"Dalam surat tersebut, izin pembelajaran tatap muka ditetapkan oleh Pemerintah Daerah, bersama dengan pihak sekolah, perwakilan orang tua siswa atau komite sekolah," ujarnya.

Lanjutnya, memperbarui surat Dari Dinas Pendidikan nomor 008/1434/DISDIK/2020 Tanggal 30 Desember 2020 Tentang Tatap Muka Pembelajaran.

Berdasarkan Izin rekomendasi dari Bapak Bupati Tanjung 

Jabung Timur, Pembelajaran Tatap Muka pada Masa Covid-19 Di Satuan Pendidikan Mulai Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sederajat, SD Sederajat dan SMP Sederajat dalam wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, telah dilaksanakan pada Senin, 4 Januari 2021.

Dalam peraturan tersebut ada beberapa poin yang mengatur terkait pembelajaran tatap muka di sekolah. Sedikitnya ada Delapan poin yang harus dipahami dalam pembelajaran tatap muka tersebut.

"Di antaranya sekolah yang diperbolehkan tatap muka tetap mematuhi ketentuan. Dalam satu sesi KBM maksimal 18 siswa, Jarak 1,5 meter (SD,SMP/

sederajat) Jumlah Jam pembelajaran maksimal 180 menit ( SD dan SMP sederajat), PAUD maksimal 90 menit dan maksimal 5 anak didik. Sesi KBM tanpa jeda istirahat, selesai KBM langsung pulang ke rumah.l," jelasnya.

Bagi peserta didik yang belum setuju orang tuanya untuk tatap muka, dilayani oleh Satuan Pendidikan melalui berbagai model pembelajaran jarak Jauh, seperti, Google Classroom, Zoom Meeting,Cisco webek,dan 

lain-lain dengan tidak mengurangi hak belajarnya.

"Berdasar situasi terkini dari Gugus Tugas maka Izin pembelajaran tatap muka belum diberikan untuk sekolah-sekolah yang berada di Desa atau Kelurahan mulai hari Kamis, 28 Januari 2021 sampai 7 hari kedepan," ujarnya.

" Dari 11 Kecamatan 8 diantaranya ada beberapa sekolah yang terpaksa dilarang untuk (PTM). tersebar di beberapa Desa dan Kelurahan," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved