Berita Nasional

Selain Jenderal Moeldoko, Ini 4 Nama Tokoh Dituding Berencana Ikut Kudeta Partai Demokrat dari AHY

Lima orang dituding ingin mengambil alih Partai Demokrat dari  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Editor: Rahimin
KOMPAS.COM/KOMPASTV
Agus Harimurti Yudhoyono (kiri)-Moeldoko (kanan). Selain Jenderal Moeldoko, Ini 4 Nama Tokoh Yang Berencana Ikut Kudeta Partai Demokrat dari AHY 

Selain Jenderal Moeldoko, Ini 4 Nama Tokoh Yang Berencana Ambil Alih Partai Demokrat dari AHY 

TRIBUNJAMBI.COM - Lima orang dituding ingin mengambil alih Partai Demokrat dari  Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY menjelaskan, ada pihak-pihak yang berencana melakukan makar atau pengambil alihan pimpinan Partai Demokrat.

Melakui kanal YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021) kemarin, AHY menggelar konferensi pers dan menyebut ada lima aktor dibalik upaya makar tersebut.

AHY menyebut empat orang terduga pelaku adalah anggota dan mantan anggota Partai Demokrat.

Baca juga: Sule Mendadak Bicara soal Kematian, Diam-diam Sudah Siapkan Ini: Kita Hidup di Dunia untuk Meninggal

Baca juga: Mendadak Moeldoko Diminta Mundur dari KSP, Jangan Sampai Pak Jokowi yang Tertibkan Ada Apa?

Baca juga: Disuruh Raffi Ahmad Panggil Nita Thalia Bunda, Reaksi Rafathar Malah Jadi Sorotan: Nggak lucu!

Sementara satu orang lainnya merupakan pihak yang berada di luar partai, namun, memegang jabatan fungsional di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Sampai Selasa (2/2/2021 hari ini, terdapat lima nama yang diduga sebagai aktor dibalik kudeta di tubuh Partai Demokrat, siapa saja?

1. Moeldoko

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi orang pertama yang disebut sebagai aktor dibalik upaya kudeta di tubuh Partai Demokrat.

Nama Jenderal Moeldoko, disebut oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, pada Senin (1/2/2021) sore, kemarin.

Moeldoko disebut oleh Herzaky sebagai orang yang bertemu dengan para kader Partai Demokrat yang menjadi saksi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (Tribunnews.com/Taufik Ismail)

"Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepekimpinan Partai Demokrat secara inskontitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," sebut Herzaky dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Moeldoko sendiri dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Teten Masduki pada 17 Januari 2018.

Sepanjang kariernya Moeldoko pernah menjadi Kepala Staf TNI AD dari 20 Mei hingga 30 Agustus 2013.

Baca juga: Teddy Mulai Kurang Ajar, Kini Malah Beri Daftar Kebutuhan Bintang yang Harus Dipenuhi Rizky Febian

Baca juga: Kabar Buruk Kapolri Listyo Sigit, Anak Buahnya Disebut Peras Warga Medan,Polda Bantah Ini Sebenarnya

Baca juga: Malangnya Nasib Barbie Kumalasari Dibohongi Galih Ginanjar, Sosok Sabrina Benar Pacarnya: Saya Suka!

Setelah menyelesaikan tugasnya, di tahun yang sama ia diangkat oleh presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Panglima TNI.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved