Breaking News:

Minyak Mentah Ilegal Diamankan

Modus Illegal Drililing di Batanghari, Pengangkut Sebut Beli dari Hasil Sisa Sumur Lalu Dilansir

Mobil tersebut bermuatan minyak mentah sekitar 27.000 liter hendak didistribusikan ke Sumatera Selatan serta 8 sopir kini telah diamankan di Mapolres.

Tribunjambi/Musa
Kapolres Batanghari, AKBP Heru Ekwanto saat sedang menanyakan kepada masing-masing pelaku atas peran dalam kasus pengangkutan minyak mentah ilegal 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - 10 mobil pengangkut minyak mentah ilegal diamankan Polres Batanghari di Jalan Kilangan-Bajubang Desa Mekar Jaya Kecamatan Bajubang, Selasa (2/2/2020) malam.

Mobil tersebut bermuatan minyak mentah sekitar 27.000 liter hendak didistribusikan ke Sumatera Selatan serta 8 sopir kini telah diamankan di Mapolres.

Kapolres Batanghari, AKBP Heru Ekwanto mengungkapkan para sopir ini mendapatkan minyak dari masyarakat yang melansir dengan kendaraan roda dua, lalu para pelaku membeli dari hasil lansiran itu.

Baca juga: AK Phone Hadir di Bangko, Buruan Datang Jika Ingin Membeli Smartphone Berbagai Merek

Baca juga: BREAKING NEWS Angkut Ribuan Liter Minyak Mentah, 8 Sopir Diamankan Saat Konvoi di Batanghari

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 3 Februari 2021: Bukti Pembunuhan Roy di Tangan Reyna, Elsa Cemas

“Mereka mengaku mendapatkan minyak dari lansiran, masyarakat sendiri mengambil dari bekas sisa akitivitas ilegal driling waktu penertiban sebelumnya belum sempat dibawa keluar,” kata AKBP Heru Ekwanto Kapolres Batanghari, Rabu (3/2/2021).

Kapolres mengatakan tidak ada lagi penambangan yang masih aktif beroperasi baik dari pagi, siang sampai malam, tapi mereka memanfaatkan minyak yang terisa dari dalam terpal.

“Belakangan ini di lokasi (sekitar Bajubang) petugas sudah memberikan imbaun untuk tidak melakukan kegiatan ilegal driling,” ujar Kapolres Batanghari.

Masyarakat di sana sampai hari ini katanya mematuhi apa yang disampaikan petugas bahwa tidak ada lagi kegiatan penyulingan, penggalian, pengeboran menggunakan alat molot atau sebagainya.

“Minyak yang dibawa oleh pelaku itu dikeluarkan sebisanya oleh masyarakat lalu dilansir menggunakan motor kemudian ada orang lagi yang menampung,” tutupnya.

Pelaku pengangkut minyak ilegal inisial I, mengaku bahwa dirinya membawa minyak mentah ilegal dari lansiran motor di wilayah Bajubang.

“Iya, dari lansiran motor dan baru pertama saya lakukan. Saya hanya sopir yang disuruh lalu diupah Rp 300 ribu dengan membawa minyak ini ke daerah Sumsel,” pungkasnya.

Penulis: A Musawira
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved