Imlek 2572

Deretan Makanan Manis yang Wajib Ada Saat Imlek 2572, Bisa Bawa Keberuntungan Bagi Warga Tionghoa

Bagi warga Tionghoa, makanan yang dihidangkan pada perayaan Imlek mengandung makna tersendiri.

Editor: Leonardus Yoga Wijanarko
TribunTravel
kue keranjang 

TRIBUNJAMBI.COM - Tahun Baru Imlek 2572 akan dirayakan warga Tionghoa pada hari Jumat 12 Februari 2021.

Menjelang perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa biasanya melakukan berbagai kegiatan mulai dari bersih-bersih rumah, mempercantik tampilan rumah, membeli baju khas Imlek, membeli beragam pernak-pernik Imlek hingga menyiapkan menu yang akan dihidangkan untuk tamu.

Bagi warga Tionghoa, makanan yang dihidangkan pada perayaan Imlek mengandung makna tersendiri.

Satu di antaranya adalah membawa keberuntungan.

Menyambut Tahun Baru Imlek, biasanya banyak makanan, minuman hingga jajanan manis yang wajib dihidangkan.

Jadwal Liga Inggris Pekan ke 22, Ada Laga Liverpool vs Brighton dan Burnley vs Manchester City

Kepengurusan Partai Demokrat se-Provinsi Jambi Buat Surat Pernyataan Mendukung AHY

Jajanan-jajanan manis yang disajikan ketika merayakan tahun baru menandakan untuk memulai tahun baru dengan hal-hal yang berbau manis.

Ada beberapa varian manis seperti, kue keranjang, kue semprong hingga wedang ronde.

Dilansir TribunTravel dari beberapa sumber, berikut deretan jajanan dan minuman dengan cita rasa manis yang wajib ada saat perayaan Tahun Baru Imlek.

1

. Kue Keranjang

Kue Keranjang biasanya menjadi sajian wajib ketika menyambut Perayaan Tahun Baru Imlek.

Kue Keranjang memiliki cita rasa manis dan memiliki tekstur kenyal seperti kue dodol.

Biasanya Kue Keranjang di susun secara bertingkat dan disantap ketika Tahun Baru Imlek dan diharapkan bisa membawa rezeki dalam kehidupan mereka.

2. Kue Semprong

Kue Semprong mempunyai warna keemasan sehingga dipercaya sebagai lambang dari kemakmuran.

Kue Semprong merupakan jajanan tradisional yang kerap dihidangkan ketika menyambut Tahun Baru Imlek.

3. Wedang Ronde

Wedang Ronde menjadi menu yang sering disajikan ketika Tahun Baru Imlek.

Wedang Ronde merupakan sajian untuk para dewa.

Dahulu, katanya warga Tiongkok khawatir akan musim dingin melanda sehingga mereka meminta belas kasihan kepada para dewa dengan membuat sajian seperti air jahe, manisan jahe dan bola-bola berwarna merah putih, hijau yang di dalamnya berisi air gula jawa.

4. Nastar

Nastar juga wajib disajikan ketika Tahun Baru Imlek.

Nastar memiliki warna keemasan yang melambangkan rezeki yang manis dan melimpah sehingga kue nastar memiliki arti kemakmuran.

5. Kue Mangkok

Kue Mangkok mempunyai bentuk yang mirip dengan bolu kukus, namun Kue Mangkok ini menggunakan tambahan tape singkong sehingga teksturnya menjadi lebih kenyal

Kabarnya, jika bagian atas Kue Mangkok semakin mekar maka dipercaya akan membuat semakin makmur setelah Tahun Baru Imlek.

6. Lapis Legit

Kue Lapis Legit menjadi lambang harapan agar mendatangkan banyak rezeki yang berlapis-lapis.

Dengan memakan Kue Lapis Legit diharapkan akan mengalami hidup yang lebih legit dan manis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Fiki Naki-Dayana Part 5, Tanggapi Viral Video Truk Ada Gambar Dayana ; Lucu Banget, Aku Suka!

7 Makanan Sajian Imlek

Selain kue dan minuman, ada makanan khas Imlek lainnya yang biasa dihidangkan warga Tionghoa saat merayakan Imlek.

Berikut 7 kuliner khas yang siap disantap pada hari raya Imlek, dilansir dari Grid.ID.

1. Ikan

Dalam bahasa mandarin Ikan memiliki pengejaan yang mirip dengan kata melimpah.

Ikan termasuk salah satu menu makanan tradisional yang paling kuno dari kebudayaan Tionghoa.

Menu kuliner ikan paling sering dimasak sebagai menu kuliner khas tahun baru imlek.

Dalam kebudayaan Tionghoa, memakan menu makanan ikan pada tahun baru dipercaya akan menambah keberuntungan finansial di tahun depan.

Budaya menyantap menu ikan di tahun baru Imlek ini pertama kali dipraktikan oleh warga bantaran sungai Yangtze.

Menu kuliner ikan biasanya disajikan dua kali, yaitu malam sebelum pergantian tahun dan pagi setelah pergantian tahun.

Hal ini dilakukan agar keberuntungan finansial yang terjadi di tahun sebelum juga terjadi di tahun selanjutnya.

2. Pangsit

Menu kuliner pangsit sebagai kuliner khas tahun baru Imlek telah terjadi semenjak 1800 tahun yang lalu hingga kini.

Menu pangsit sebagai kuliner khas tahun baru ini pertama kali diperkenalkan oleh penduduk daratan utara China.

Pangsit memiliki bentuk seperti mata uang perak bangsa Tionghoa di masa lalu, yang melambangkan uang atau kemakmuran.

Melansir laman China Highlights, legenda mengatakan semakin banyak konsumsi pangsit pada perayaan tahun baru, maka semakin banyak uang yang akan kamu hasilkan di tahun berikutnya.

Pangsit biasanya dibuat bersama dengan keluarga dengan isian berbagai macam jenis daging dan tumis sayuran.

Namun tidak sembarangan pangsit yang bisa dimakan saat tahun baru.

Budaya Tionghoa percaya pangsit isi asinan kubis tidak boleh dikonsumsi pada perayaan tahun baru.

Hal ini dikarenakan pangsit tersebut melambangkan kesulitan dan kemiskinan.

3. Lumpia

Sama seperti pangsit, menu kuliner Lumpia dipercaya akan membawa kemakmuran dan kesejatehraan finansial.

Menu lumpia sebagai kulier khas tahun baru Imlek sangat populer di daerah Jiangxi, Shanghai, Guangzhou, Shenzen dan Hongkong.
Kulit lumpia yang telah digoreng hingga berwarna kemaasan dianggap mirip dengan balok emas.

Sehingga budaya Tionghoa percaya, siapapun yang menyantap Lumpia pada tahun baru, maka tahun tersebut akan menjadi tahun yang penuh dengan kesejahteraan.

4. Kue Beras Ketan

Dilansir Grid.ID dari China Highlights, dalam bahasa mandarin kue beras ketan memiliki ejaan yang sama dengan kata 'semakin tinggi dari tahun ke tahun'.

Dalam budaya Tionghoa, menyantap kue beras ketan pada perayaan tahun baru berarti harapan atas penghasilan atau jabatan yang lebih tinggi.

Kue beras ketan khas tahun baru biasanya disajikan dalam bentuk seperti kue keranjang dengan beragam rasa.

Mulai dari rasa original, kacang, sampai beras merah.

5. Kue Beras

Menu kue beras khas tahun baru ini biasanya disajikan dengan kuah manis berwarna cokelat bening dan memiliki aroma yang kuat.

Dalam budaya Tionghoa, kue beras juga kerap dijadikan menu khas dalam perayaan festival Lampion.

Kue Beras dalam bahasa mandarin memiliki ejaan yang berarti kebersamaan.

Budaya Tionghoa percaya jika menyantap kue beras pada perayaan tahun baru Imlke tidak hanya menyimbolkan kebersamaan dalam keluarga.

Tetapi juga harapan akan jodoh terbaik di tahun mendatang bagi para keturunan Tionghoa yang masih single.

Cocok nih buat kamu yang masih jomblo!

6. Mie

Melansir laman China Highlights, dalam perayaan tahun baru Imlek, terdapat menu spesial yaitu mie panjang umur.

Mie ini disajikan dalam bentuk penyajian yang mirip dengan mie ayam atau mie yamin dengan irisan daging dan sayuran rebus.

Dalam kebudayaan Tionghoa, mie ini dipercaya dapat memberikan umur panjang dan kesehatan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Mie biasanya disajikan dengan ukuran lebih panjang dari mie pada umumnya.

Dan ketika menyantap, si orang yang memakan tidak boleh memotong mie dalam keadaan setengah.

Hal ini dilakukan karena dipercaya jika memotong mie saat dikonsumsi akan memperpendek umur.

7. Buah

Tidak semua buah dapat dikonsumsi saat menyambut perayaan tahun baru imlek.

Dalam kebudayaan Tionghoa, buah yang biasanya dikonsumsi saat Imlek adalah buah jeruk dan jeruk keprok.

Kedua jeruk ini dipercaya akan membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi orang yang mengkonsumsinya.

Warna oranye cerah dan bentuk bulat dari kedua buah tersebut menyimbolkan keberuntungan yang tidak ada habisnya.

Keturunan Tionghoa percaya semakin banyak mengkonsumsi buah jeruk di tahun baru Imlek, maka semakin banyak rejeki yang akan menghampiri di tahun ke depannya. (Tribuntravel.com/Grid.ID)

Pemimpin China, Xi Jinping, Miliki Misteri Tersendiri, Bahkan Tidak Memiliki Biografi

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved