Berita Nasional
Partai Demokrat Ingin Diambil Alih Secara Paksa, Andi Mallarangeng: Partai Kami Bukan Partai Kardus
Andi Mallarangeng menegaskan, upaya makar atau pengambil alihan kekuasaan di kubu partainya akan sulit dilakukan.
Partai Demokrat Ingin Diambil Alih Secara Paksa, Andi Mallarangeng: Partai Kami Bukan Partai Kardus
TRIBUNJAMBI.COM - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhyono (AHY) menuding ada yang ingin mengambil paksa Partai Demokrat dari dirinya.
Menanggapi hal itu, politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng menegaskan, upaya makar atau pengambil alihan kekuasaan di kubu partainya akan sulit dilakukan.
Dia mengklaim, para kader, termasuk kader senior sudah menyatakan kesetiaannya kepada Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) selaku Ketua umum.
Baca juga: Dituding Ingin Rebut Partai Demokrat Dari AHY, Moeldoko: Jadi Pemimpin Kuat, Jangan Mudah Baper
Baca juga: 2 Mantan Direktur Utama PT Asabri Ditahan, 6 Tersangka Baru Ditahan Secara Terpisah
Baca juga: Islam Arogan Yang Dimaksud Apa?, Gus Miftah BIlang Abu Janda Kurang Ajar, Suruh Lebih Banyak Ngaji
"Para kader termasuk yang senior dari segala tanah air menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada Ketua Umum AHY untuk menjaga martabat dan marwah partai dari rongrongan elemen kekuasaan saat ini," ujarnya dihubungi Kompas.com, Senin (1/2/2021).
"Partai Demokrat bukan partai kardus yang begitu saja bisa diintimidasi dan diambil alih secara paksa oleh elemen dari luar, dengan kekuasaan dan uang," sambungnya.
Andi menjelaskan, persoalan yang sedang dihadapi partainya itu muncul karena ada elemen kekuasaan yang berusaha mengambil alih Partai Demokrat secara paksa.
Kendati demikian, menurut Andi, dengan permasalahan ini justru kader Partai Demokrat semakin solid dibawah kepemimpinan AHY.
Adapun sebelumnya, melalui konfrensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021) pukul 14.00 tadi, AHY mengatakan bahwa ada upaya pengambil alihan kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat.
Dalam konfrensi pers tersebut, AHY menyebut ada lima pelaku yang menjadi aktor dibalik gerakan tersebut.
Meski tak menyebut identitas terduga pelaku, AHY mengatakan salah satu aktor tersebut bukan merupakan kader atau mantan kader Partai Demokrat, dan merupakan pejabat penting di pemerintahan Joko Widodo.
Baca juga: Tertangkap Kamera Pria Baju Putih di Foto Kuno Candi Borobudur 1907, Berdiri di Serakan Batu Besar
Baca juga: Sosok Asdianti, Perempuan Pembeli Pulau Lantigiang Cuma Rp 900 Juta, Anak Petani Cengkeh
Baca juga: Perjalanan Hidup Soraya Abdullah, Diam-diam Umi Pipik Pernah Cemburu pada Almarhum: Dunia Itu Fana
Sebagai informasi, AHY dan Partai Demokrat sudah mengirimkan surat resmi pada Presiden Jokowi tadi pagi sebagai upaya untuk mencari kebenaran informasi yang didapatkannya.
"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, presumption of innocence dalam permasalahan ini,"
"Karena itu tadi pagi saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfimasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan," pungkas AHY.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Makar di Tubuh Demokrat, Andi Mallarangeng: Kami Bukan Partai Kardus"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/reaksi-spontan-andi-mallarangeng-tuai-senyuman.jpg)