Siapa Sebenarnya Alm Djujuk Djuarsih 'Pentolan' Srimulat yang Rumahnya Jadi Sarang Ular Raksasa

Sebutlah nama Basuki, Gogon, Eko DJ, Mamiek Prakosa, Tessy dan sederet nama-nama lain. Bagi yang belum mengetahui, Tukul juga pernah bergabung di

Editor: Duanto AS
Grup lawak legendaris Srimulat. ( 1001indonesia.net) 

Srimulat hadir untuk menghibur dan kelompok ini benar-benar merupakan perwujudan sebuah subkultur Jawa.

Menjual ciri khas

Apa yang "dijual" Srimulat dalam pementasan, masih melekat erat di masyarakat hingga puluhan tahun.

Selain materi lawakan yang lucu, ada kekhasan pemainnya.

Kekhasan pemain itu merupakan syarat mutlak yang ditekankan Teguh saat merekrut para calon anggotanya.

Semisal penampilan, gaya bicara, dan kalimat-kalimat yang menjadi trade mark seorang pemain.

Masih ingat kalimat ini?

Masih ingat Asmuni? Kalau lupa, ingatlah kalimat "Hil yang mustahal" dan "Tunjep poin" (maksudnya hal yang mustahil dan to the point).

Ini tentu sangat melekat padanya.

Baca juga: Terlilit Hutang, Mahasiswi Asal Bekasi Bikin Drama Penyekapan Dirinya, Minta Tebusan Rp 60 Juta

Masih ingat Timbul?

Dia selalu membuat penonton tertawa tatkala mengucapkan "Akan tetapi" dan "Justeru".

Mamiek Prakoso terkenal dengan kalimat "Mak bedunduk" dan "Mak jegagik" (sekonyong-konyong, tiba-tiba).

Tarzan yang selalu berpenampilan rapi a la militer. Lelaki berperawakan tinggi besar ini kalau melucu memang jarang ikut tertawa, tidak seperti Nunung dan Basuki.

Kalau Tessy (Kabul Basuki), pasti masih ingat. Sosok ini dengan dandanan khasnya.

Sementara itu tokoh Pak Bendot akan menjadi lelucon ketika 'disia-siakan' oleh lawan mainnya. Untuk Gogon, di luar gaya rambut mohawk-nya, ia mempunyai sikap berdiri yang khas sambil melipat tangan serta cara duduknya yang selalu melorot.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved