Terlilit Hutang, Mahasiswi Asal Bekasi Bikin Drama Penyekapan Dirinya, Minta Tebusan Rp 60 Juta

Polisi mencoba menyelamatkan mahasiswi tersebut yang dalam kondisi lemas dan menangis. Bahkan dikabarkan keluarga mahasiswi itu sempat dimintai tebus

Editor: Suci Rahayu PK
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM,KARAWANG - Kabar penculikan dan penyekapan menghebohkan warga Dusun Kaumjaya, Desa Puseurjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bahkan penyekapan seorang mahasiswi terjadi di sebuah kamar indekos.

Polisi mencoba menyelamatkan mahasiswi tersebut yang dalam kondisi lemas dan menangis.

Warga menunjukkan tempat penyekapan mahasiswi di indekos di dekat kampus Unsika, Karawang.
Warga menunjukkan tempat penyekapan mahasiswi di indekos di dekat kampus Unsika, Karawang. (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Bahkan dikabarkan keluarga mahasiswi itu sempat dimintai tebusan uang sebesar Rp 60 juta oleh pelaku penculikan dan penyekapan.

Namun belakangan terkuak ternyata kasus penculikan dan penyekapan mahasiswi itu hanya bohong belaka alias cerita yang sengaja dibuat sang mahasiswi.

Baca juga: 5 Shio yang Diramal Beruntung 1 Februari 2021 - Shio Ular Gunakan Waktu untuk Menikmati

Baca juga: Kesaksian: Ular Besar di Rumah Djujuk Srimulat Kawasan Sumber, Debby Diciumi Ular saat Tidur

Mahasiswi berinisial SAD (24), asal Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi tersebut membuat cerita penculikan dan penyekapan karena dirinya terlilit utang.

Berikut kisahnya seperti dikutip dari Tribun Jabar.

Mahasiswi SAD dikabarkan diculik dan disekap di sebuah bangunan dua lantai.

Bangunan tersebut terdiri dari beberapa kamar indekos untuk perempuan dan laki-laki yang terletak tak jauh dari kampus Unsika.

"Tadi memang katanya ada polisi menyelamatkan mahasiswi yang disekap," ucap Kepala Dusun Kaumjaya, Dadan Mulyana (35), kepada Tribun Jabar, Sabtu (30/1/2021).

Dadan mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di RT 5, Dusun Kaumjaya.

Dadan mendatangi lokasi setelah ia mendapatkan kabar penyekapan seorang mahasiswi.

Dari sana ia melihat sejumlah warga sudah berkumpul.

Ada polisi yang membawa seorang gadis yang terlihat lemas dan menangis.

Kalau kata keluarganya, anaknya itu disekap kemudian dibius," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved