Sejarah Imlek di Indonesia, Etnis Tionghoa Merayakan Imlek Sembunyi-sembunyi di Era Rezim Orde Baru

Di era rezim orde baru Soeharto, warga etnis Tionghoa di Indonesia dilarang merayakan Imlek. Ternyata begini sejarah Imlek ada di Indonesia.

Editor: Rohmayana
Kolase
Soeharto 

Perayaan Tahun Baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama).

Malam Tahun Baru imlek dikenal sebagai Chúx yang berarti “malam pergantian tahun”.

Sejarah Imlek dari China Hingga Ke Indonesia

Sejarah Imlek bermula sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas.

Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China.

Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian).

Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM.

Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.

Sedangkan sejarah IMLEK di Indonesia sendiri bermula dari tahun 1968-1999, perayaan Tahun Baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum.

Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan Tahun Baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967.

Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

Barulah pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003, hingga saat ini Tahun Baru Imlek merupakan hari libur nasional. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.TV berjudul "Perjalanan Sejarah Imlek di Indonesia"

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Warga Etnis Tionghoa di Indonesia Merayakan Imlek Sembunyi-sembunyi di Era Rezim Orde Baru Soeharto, 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved