Kesaksian Warga yang Rumahnya di Jatuhi Batu Meteor : Hitam, Waktu itu Saya Pegang Hangat
Dalam rilis yang diterima TribunWow.com, Mujilah menuturkan awalnya ia mendengar bunyi dentuman keras yang menghantam atap rumahnya.
Ia membenarkan dirinya adalah yang pertama kali menemukan dan menyentuh batu meteor itu.
"Saya gulingkan, (batu ada di balik) pecahan genteng itu. Anak-anak enggak berani," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, sebelumnya Mujilah menggambarkan bagaimana kerasnya suara dentuman yang terdengar.
Ia mengaku malam itu sedang hendak berangkat tidur.
"Suaranya seperti pesawat jatuh. Saya lagi mau tidur, sekitar jam 22.00 WIB," papar Mujilah.
"Saya cari, ada benda apa? Ada benda jatuh, gitu," katanya.
Ia kembali menegaskan betapa kerasnya suara dentuman yang terdengar.
"Suaranya seperti pesawat tabrakan," ungkap Mujilah.
Saat itu cuaca cerah dan tidak hujan, sehingga suara benturan dapat terdengar keras.
Selain itu suasana sekitar kampung sedang ramai banyak orang.
"Di TKP (tempat kejadian perkara) itu sama anak-anak sebelah, ramai," kata Mujilah.

Keterangan Itera
Dikutip dari Kompas.com, peneliti Institus Teknologi Sumatera (Itera) Lampung meminta warga memperlakukan batu meteorit itu semestinya dan tidak disalahgunakan.
Dosen Teknik Geologi Itera, Danni Gathot Harbowo, meminta masyarakat tidak mengonsumsi air rendaman batu meteorit.
Saat mendatangi TKP bersama rekannya, Robiatul Muztaba, terlihat warga merendam baru di dalam akuarium dengan air.