Breaking News:

e KTP

Dukcapil Tebo Pastikan Blangko e-KTP Aman, Prioritaskan Warga yang Mendaftar Online

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo, memastikan stok blanko E-KTP aman, hingga dua bulan ke depan.

Tribunjambi/Hendro Sandi
Kabid Pengelolaan dan Administrasi Kependudukan, Samsir saat menunjukkan aplikasi SiPUJA 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo, memastikan stok blanko E-KTP aman, hingga dua bulan ke depan.

Kabid Pengelolaan dan Administrasi Kependudukan Dukcapil Tebo, Samsir mengatakan saat ini stok blanko di dinasnya berjumlah 2.933 lembar.

"Saat ini masih berjumlah 2.933 lembar. Jumlah itu masih cukup untuk dua bulan ke depan," kata Samsir di ruangannya, Rabu (27/1). Lebih lanjut Samsir mengatakan, dalam sehari, Dukcapil Tebo dapat melayani perekaman E-Ktp masyarakat hingga 100 lembar.

Untuk tetap memberikan pelayanan di tengah adanya pandemi Covid-19, kata Samsir, pihaknya saat ini masih terus melayani masyarakat dengan sistem online.

"Iya kita ada juga layani masyarakat dengan online, yakni aplikasi WhatsApp. Tapi yang datang ke sini, kalau memang darurat betul-betul butuh perekaman, ya kita layani juga. Tapi kita dahulukan yang sudah daftar online," pungkasnya.

Aplikasi SiPUJA

UNTUK melayani masyarakat di tengah Pandemi Covid-19, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tebo, telah memiliki aplikasi pelayanan online.

Aplikasi tersebut diberi nama SiPUJA Tebo. SiPUJA merupakan singkatan dari Sistem Pelayanan Ujung Jari Anda, yang dapat kita didownload melalui playstore di handphone android.

Melalui aplikasi SiPUJA, masyarakat akan mendapatkan pelayanan untuk pengurusan empat kebutuhan. Keempatnya adalah KK, KTP, KIA dan Akte.

Namun, Kepala Dinas Dukcapil Tebo, melalui Kabid Pengelolaan dan Administrasi Kependudukan, Samsir mengakui aplikasi online yang baru hadir dalam dua bulan ini, belum dimanfaatkan oleh masyarakat, karena kurangnya sosialisasi.

"Kita akui memang belum ada dipakai masyarakat. Karena memang kita kurang sosialisasi. Apalagi adanya pemotongan anggaran imbas Covid-19 jadi memang susah," kata Samsir, Rabu (27/1).

Namun demikian, pihaknya tetap mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi tersebut, untuk mempermudah mendapatkan layanan di Dukcapil Tebo.

Penulis: HR Hendro Sandi
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved