Breaking News:

Berita Sarolangun

Per Desa Kelurahan Turun Rp 100 Juta, Dana P2D dan P2K Sarolangun Turun Hanya Rp 100 Juta

Pada 2020 besaran dana mencapai Rp 200 juta per desa dan kelurahan. Kini pada 2021 turun separuh menjadi Rp 100 juta per desa dan kelurahan.

Tribun Jambi/Rifani Halim
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Besaran dana Program Percepatan Pembangunan Desa (P2D) dan Percepatan Pembangunan Kelurahan (P2K) Kabupaten Sarolangun pada tahun 2021 ini mengalami penurunan.

Pada 2020 besaran dana mencapai Rp 200 juta per desa dan kelurahan. Kini pada 2021 turun separuh menjadi Rp 100 juta per desa dan kelurahan.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Muliyadi mengatakan penurunan besaran anggaran tersebut karena ada refocusing anggaran APBD Kabupaten Sarolangun, sehingga berdampak terhadap kegiatan program, salah satunya Program P2D dan P2K.

Refocusing tersebut tentunya merupakan sebab kondisi saat ini di tengah wabah pandemi virus corona (Covid-19)

"Karena refocusing anggaran sehingga berdampak untuk kepada kegiatan program unggulan bapak bupati dalam hal ini program P2D dan P2K yang selama ini Rp 200 juta Per tahun, dan tahun 2021 ini, yang di akomodir hanya Rp 100 Juta perdesa/kelurahan," kata Mulayadi, Selasa (26/1/2021.

Ia menjelaskan bahwa untuk fokus program tersebut masih diarahkan untuk peningkatan ketahanan pangan yang ada di desa dan kelurahan, seperti tahun 2020 yang lalu.

Baik itu sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun perikanan sesuai dengan petunjuk tekhnis pelaksanaan.

"Kegiatannya itu tidak jauh berbeda dengan tahun 2020 kemarin, yang tetap difokuskan ke arah ketahanan pangan desa, Namun tidak menutup kemungkinan juga bisa diarahkan untuk sektor peternakan, perikanan. Tidak berubah kalau untuk petunjuk tekhnis pelaksanaannya," katanya.

Lanjutnya, pihaknya masih melakukan penyusunan peraturan bupati (Perbup) pelaksanaan program P2D dan P2K pada tahun 2021 ini. Sehingga kedepan dengan adanya perbup tersebut dapat dipedomani sehingga program tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

" Kami sedang dalam proses penyusunan Perbupnya, karena kami kemarin menunggu berapa anggaran pastinya untuk program P2D dan P2K ini, sebesar Rp 100 Juta baru kami tindak lanjuti," katany.
(Tribunjambi.com/Rifani Halim)

Baca juga: Hubungan Aldebaran dan Andin Makin Rumit, Rafel jadi Perebut Istri Orang hingga Al Murka

Baca juga: Salut, Mahasiswa Unja Ciptakan Alat Sterilisasi Makanan dan Mendapat Juara Pertama Dalam Lomba Esai

Baca juga: Polda Jambi Bantah Gelar Razia Masker dengan Denda Rp 250 Ribu, Kabid Humas: Itu Hoax

Penulis: Rifani Halim
Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved