Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19, Padahal 7 Hari yang lalu Sang Bupati di Vaksinasi
Namun, setelah tujuh hari suntik vaksin covid-19, kini Bupati Sleman Sri Purnomo positif covid-19.
Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama mengingatkan para pemimpin perusahaan bahwa vaksin Covid-19 ditujukan untuk seluruh kelompok masyarakat dan tidak dapat mendahulukan golongan ekonomi tertentu.
“Saya yakin para CEO ingin dapat akses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu, tetapi tolong pikirkan seluruh rakyat Indonesia, karena tidak ada gunanya juga kita disuntik, kalau yang lain tidak,” ujarnya.
Indonesia pesan 600 juta vaksin
Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 600 juta dosis vaksin bagi 188 juta orang. Artinya, sudah lebih dari 150 persen mencukupi target.
“Sampai sekarang kita sudah memiliki secure commitment delivery sekitar 300 juta vaksin, dan kita juga memiliki opsi delivery, jadi produksinya sudah firm, tapi deliverynya masih opsi sekitar 300 juta vaksin. Jadi kita sudah memiliki coverage 600 juta vaksin atau sekitar 150 persen dari targetnya kita,” ujar Budi.
Budi menambahkan, 600 juta vaksin tersebut berasal dari produsen yang berbeda.
Misalnya adalah Sinovac dari China, AstraZeneca dari Inggris, Pfizer dari Amerika Serikat dan Jerman, serta Novavax dari Amerika Serikat.
“Jadi empat yuridiksi secara geo politik juga kita lebih nyaman narasinya, empat sumber berbeda dengan teknologi berbeda juga. Saya ingin sampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mensecure jumlah vaksinnya dengan cepat dan aman,” ucap dia.
Menurut Budi, Indonesia cukup beruntung dapat mengamankan vaksin sebesar itu.
Pasalnya, banyak negara berpendapatan rendah yang tersikut oleh negara kaya yang mampu memberikan profit lebih besar kepada produsen vaksin.
“Sehebat, sekaya apapun negara beli vaksin untuk negaranya, kalau orang lain di sekitar negaranya tidak divaksin dan tidak dibantu, pergerakan manusia pasti ada. Kecuali, orang di negaranya tidak boleh ke luar negeri, jadi kemungkinan penularan pasti ada,” ungkapnya.
Jadwal vaksinasi
Perlu diketahui, pemerintah telah menjadwalkan vaksinasi pada Januari - Februari untuk 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia.
Selanjutnya, sebanyak 17 juta golongan pekerja publik akan dimulai pada Maret - April dan lansia sekitar 25 juta. Adapun masyarakat umum akan mulai mendapat suntikan vaksin pada akhir April atau Mei.
“Kenapa kita pilih tenaga kesehatan duluan, karena mereka yang kena resiko paling besar, mereka bisa sakit duluan. Kemudian pekerja publik, karena mereka bekerja melayani masyarakat, TNI-POLRI harus selalu keluar makannya kita suntik duluan, kemudian orang tua karena mereka beresiko tinggi, lalu masyarakat masuk. Jadi mohon pengertiannya bahwa kita akan lakukan penyuntikkan untuk publik antara akhir April sama Mei,” jelas Budi.
21 Rumah Sakit Rujukan KIPI
Pemerintah Provinsi (Peprov) DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 21 rumah sakit rujukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin covid-19.
Yaitu 21 rumah sakit rujukan yang disediakan jika warga yang telah suntik vaksin covid-19 mengalami gejala medis.
Informasi 21 rumah sakit rujukan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin covid-19 itu disampaikan melalui akun Instagram @dkijakarta.
"Terdapat beberapa kondisi atau gejala yang mungkin terjadi setelah vaksinasi covid-19 yang disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rumah sakit rujukan untuk warga yang mengalami KIPI," tulisnya.
KIPI merupakan kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian, dan diduga berhubungan dengan imunisasi.
"Dinas Kesehatan DKI bersama Komda PP (Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan) KIPI telah mempersiapkan tim yang akan melakukan monitoring dampak pascavaksinasi di setiap tingkatan administrasi," tulisnya.
Berikut daftar 21 rumah sakit rujukan KIPI vaksinasi covid-19 di Jakarta:
Jakarta Pusat:
- RSUD Tarakan
- RSUP Cipto Mangunkusumo
- RSPAD Gatot Subroto
- RSUD Johar Baru
- RSUD Kemayoran
Jakarta Utara:
- RSUD Koja
- RSUD Cilincing
- RSUD Tanjung Priok
Jakarta Barat:
- RSUD Tamansari
- RSUD Kembangan
Jakarta Selatan:
- RSUP Fatmawati
- RSP Pertamina
- RSUD Tebet
- RSUD Mampang Prapatan
- RSUD Jagakarsa
- RSUD Pesanggrahan
Jakarta Timur:
- RSUD Budi Asih
- RSUD Pasar Rebo
- RSUD Matraman
- RSUD Cipayung
- RS Adhyaksa
Tidak ada efek samping
Genap delapan hari sejak pelaksaan vaksinasi Covid-19 disuntikkan ke lengan orang nomor satu di republik ini, Presiden Jokowi, hingga saat ini tidak ada efek samping dari vaksin Sinovac.
Sebagaimana diketahui, tanggal 13 Januari 2021 menjadi hari pertama dimulainya program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.
Dan orang pertama yang diberi vaksin Sinovac adalah Presiden Jokowi, kemudian berturut para pejabar negara, dan para figur publik di Istana Merdeka.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, hingga saat ini tidak ada efek samping dari vaksinasi Covid-19 di Jakarta.
"Pak presiden, para gubernur, bupati, wali kota dan para tokoh sudah melaksanakan, memberikan contoh dan teladan. Sejauh ini vaksin yang diberikan tidak masalah, tidak ada efek samping," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/1/2021).
Riza berharap, dengan telah dan sedang dilakukan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan para pejabat, proses vaksinasi berikutnya bisa berjalan lancar.
Terlebih orang yang sudah disuntik vaksin Sinovac akan disuntik kembali untuk kedua kalinya dalam selang waktu 14 hari.
"Mudah-mudahan bisa lancar, vaksin kedua dan seterusnya seluruh warga yang memang berhak dan harus divaksin bisa segera mendapatkan," kata Riza.
Vaksinasi Covid-19 di Jakarta tahap pertama ditargetkan kepada 131.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan DKI Jakarta.
Setiap penerima akan diberikan dua dosis vaksin Covid-19 dalam selang waktu 14 hari sehingga dibutuhkan kurang lebih 262.000 vaksin Sinovac untuk penyuntikan tahap pertama bagi tenaga kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta baru mendapatkan 120.040 vaksin Sinovac dari pemerintah pusat dan sedang disuntikan kepada 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh publik.
Widyastuti mengungkapkan pihaknya masih menunggu tambahan vaksin Covid-19 karena DKI Jakarta masih membutuhkan 142.000 vaksin Sinovac untuk disuntikan kepada 71.000 tenaga kesehatan pada tahan pertama ini.
"Sesuai ketentuan bapak presiden, program vaksinasi Covid-19 menjadi tanggung jawab pemerintah (pusat)," ujar Widyastuti beberapa waktu lalu.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan 7.610.198 warga DKI diberikan vaksin Covid-19 sehingga kekebalan komunal (herd immunity) bisa tercapai. Setelah 131.000 tenaga kesehatan, kelompok berikut yang menjadi penerima vaksin adalah pelayan publik dengan jumlah sekitar 500.000 orang.
Pemprov DKI juga sudah menyiapkan 488 faskes terdaftar di P-Care BPJS sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang mencakup RSUD, RS vertikal/TNI/Polri, RS swasta, Puskesmas dan klinik pemerintah atau swasta.
Kapasitas penyutikan vaksin di DKI Jakarta cukup besar sehingga bisa dilakukan kurang dari sepekan untuk 60.000 tenaga kesehatan.
Namun, harus jeda 14 hari untuk disuntikan vaksin yang kedua.
"Lalu, kelompok yang rentan secara geospasial maupun ekonomi ada tiga jutaan lebih, kelompok usaha dua jutaan lebih dan juga kelompok lansia," katanya.
Memang ada informasi dari Kementerian Kesehatan, selain umur 18 sampai 59 tahun, ada kelompok lansia tertentu yang bisa diberikan vaksin. "Itu sebanyak 980.000 lebih," kata dia.
"Kita juga sudah menyiapkan 1.498 vaksinator dengan kapasitas penyuntikan sebanyak 19.741 target vaksin per hari," kata Widyastuti. (Antaranews/dip/Rif)
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Tujuh Hari Setelah Divaksin, Hari Ini Bupati Sleman Sri Purnomo Umumkan Dirinya Positif Covid-19
Sumber : 7 Hari Setelah Suntik Vaksin, Bupati Sleman Sri Purnomo Positif Covid-19,